Arsenal yang 'Tak Rasional'

Arsenal yang 'Tak Rasional'

- Sepakbola
Kamis, 31 Des 2009 10:37 WIB
Arsenal yang Tak Rasional
Portsmouth - Arsenal diakui Arsene Wenger punya masalah di lini depan sehingga tak sedikit yang memintanya merekrut penyerang baru. Hebatnya, meski lini depannya tak maksimal 'Gudang Peluru' malah jadi tim terproduktif sejauh ini.

Dua "meriam" utama Arsenal dalam membobol gawang lawan saat ini tengah dibekap cedera. Selain Nicklas Bendtner yang baru saja dipastikan akan tertunda kepulihannya, juga ada Robin van Persie yang bahkan diperkirakan cedera jauh lebih lama.

Untuk mengakali tipisnya pemain di lini depan itu, "Profesor" Wenger pun harus putar otak mengutak-atik tim. Alhasil, mulai seringlah dia memplot gelandang serang Andrei Arshavin ke menjadi seorang penyerang tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Racikan dengan Arshavin sebagai penyerang itu juga diterapkan saat dijamu Portsmouth di Fratton Park, Kamis (31/12/2009) dinihari WIB. Si pemain Rusia memang tak bikin gol, tapi Arsenal tetap menang dengan skor cukup telak 4-1. Eduardo, Samir Nasri, Aaron Ramsey dan Alex Song masing-masing menyumbang satu gol.

Hal ini bak sebuah jawaban lugas dari Arsenal atas keraguan atas lini depan yang dinilai kekurangan stok. Pihak yang meragukan itu juga telah menyarankan Wenger segera mendatangkan penyerang tambahan sebagai pelapis.

"Sepakbola memang tak sepenuhnya rasional. Rasionalistas superfisial bukanlah yang benar. Kami memiliki masalah dengan para penyerang kami, itu memang benar," aku Wenger di The Sun.

"Semua orang menyuruhku membeli penyerang, tapi di liga tak ada yang bikin gol lebih banyak dari kami," seru dia melanjutkan.

Faktanya, Arsenal memang tercatat sebagai tim gol terbanyak sejauh ini. Dari 19 partai, Arshavin cs sudah menghasilkan 51 gol. Chelsea yang punya bomber Pantai Gading, Didier Drogba, dan Manchester United, yang diperkuat striker Inggris Wayne Rooney, menjadi tim terproduktif kedua dengan 45 gol dari 20 laga.


(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads