'MU Seperti Tak Ada Matinya'

'MU Seperti Tak Ada Matinya'

- Sepakbola
Kamis, 14 Jan 2010 16:04 WIB
MU Seperti Tak Ada Matinya
Manchester - Manchester City akan berduel dengan Manchester United di semifinal Piala Carling. Entah bermaksud membuai lawan atau benar-benar tulus menilai kekuatan lawan, Manajer City Roberto Mancini melemparkan pujian untuk MU.

Mancini datang ke City untuk menggantikan Mark Hughes yang mendadak dilengserkan di tengah musim ini. Dengan ambisi besar City, Mancini tak ayak dituntut untuk membawakan prestasi.

Di Liga Primer, misalnya. Di bawah arahannya, City diharapkan bisa menuntaskan musim di posisi empat besar guna mengamankan tiket Liga Champions musim depan. "Tujuan utama adalah posisi empat dan Liga Champions," ucap Mancini di The Sun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan target utama sudah dipasang, keberhasilan Mancini membawakan gelar juara lainnya tentu akan jadi bonus tersendiri yang bisa dijadikan pertimbangan kelangsungan karirnya di Eastlands. Satu peluang itu tersaji di Piala Carling, di mana City sudah menjejak semifinal.

Untuk sampai ke final, City harus berhadapan dengan rival sengit sekotanya, MU, yang dinilai banyak kalangan sudah tak lagi setangguh musim-musim sebelumnya ketika masih diperkuat Cristiano Ronaldo yang telah hijrah ke Real Madrid.

Mancini sendiri tak sepaham dengan penilaian tersebut. Dia tampak tak mau lengah menghadapi MU karena mengakui 'Setan Merah' tetaplah lawan yang sulit dikalahkan bahkan tanpa Ronaldo sekali pun. Dia pun menyebut MU bak tak ada matinya.

"Aku bilang kepada orang jangan bergurau bilang MU sedang krisis karena mereka sangat bagus dan tak ada gunanya buat orang-orang untuk membohongi diri sendiri. Jika ada klub sepakbola yang 'abadi', itulah MU."

"Lihat bagaimana mereka sudah menjual Cristiano Ronaldo ke Real Madrid dengan sebuah harga transfer termahal dan mereka tetap saja bisa meraih kemenangan-kemenangan," puji Mancini.

Mengingat pertemuan semifinal pertama antara City dan MU akan digelar pada 19 Januari depan alias tinggal berjarak beberapa hari lagi, boleh jadi pujian Mancini semata-mata hanya ingin bikin MU besar kepala dan lengah.

Namun begitu, bukan tak mungkin pula jika eks pembesut Fiorentina, Lazio dan Inter Milan itu memang sungguh-sungguh dengan pujian yang dia lontarkan untuk sang klub rival sekota.



(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads