Eks Pemilik Birmingham Beli West Ham

Eks Pemilik Birmingham Beli West Ham

- Sepakbola
Selasa, 19 Jan 2010 11:09 WIB
Eks Pemilik Birmingham Beli West Ham
London - David Sullivan dan David Gold tak butuh waktu lama untuk punya 'mainan' baru. Setelah melepas kepemilikan di Birmingham City, keduanya kini menguasai West Ham United.

Duo Sullivan-Gold menggelontorkan dana 105 juta poundsterling (Rp 1,59 triliun) untuk membeli 50 persen saham West Ham dan bakal mengambil alih utang klub. Demikian kabar yang dilansir Daily Mail.

Kepastian pembelian saham West Ham ini didapat pada Senin (18/1/2010) malam waktu setempat. Sullivan dan Gold bersaing ketat dengan Toni Fernandes (pemilik Air Asia) dan konsorsium InterMarket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembelian West Ham ini dilakukan Sullivan dan Gold setelah tahun lalu mereka melepas Birmingham ke Carson Yeung. Kepemilikan Yeung yang mencapai 90 persen di sana praktis menjadikan pengusaha asal Hong Kong itu sebagai pemilik tunggal.

Perpindahan kepemilikan ini memberikan angin segar untuk West Ham yang sementara masih terpuruk di peringkat 16 klasemen sementara Liga Inggris. Sullivan dan Gold berjanji menggelontorkan uang untuk belanja pemain sebelum akhir bulan.

Setidaknya, sudah ada dua pemain yang masuk dalam bidikan West Ham. Striker Manchester City Benjani Mwaruwari dan penyerang AS Monaco Eidur Gudjohnsen bakal coba diboyong ke London barat.

Meski berganti pemilik, posisi manajer Gianfranco Zola dipastikan aman. Sebelumnya, kegagalan mengangkat prestasi The Hammers membuatnya kencang diisukan akan digusur oleh Mark Hughes.

Selain itu, Sullivan dan Gold juga berniat untuk memindahkan markas West Ham dari Upton Park ke Stadion Olimpiade London setelah penyelenggaraan Olimpiade 2012.

Pembelian West Ham oleh duet Sullivan dan Gold menjadikan mereka kembali sebagai klub milik orang Inggris. Pemilik West Ham sebelumnya, Eggert Magnusson, adalah orang Islandia.

Foto: David Gold (kiri) dan David Sullivan, saat keduanya masih berkuasa di Birmingham City. (AFP/Ian Kington)


(arp/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads