Jika Torres adalah andalan Liverpool dalam mendulang gol, maka Gerrard bisa dibilang adalah setengah nyawa 'Si Merah'. Sial bagi The Kop, keduanya tak selalu fit musim ini.
Rafael Benitez bahkan pernah mengeluhkan seringnya Torres cedera musim ini. Tanpa kehadiran penyerang asal Spanyol itu maka jadilah kekuatan Liverpool timpang, walau ia akhirnya bermain di pertengahan babak kedua melawan Manchester City, Minggu (21/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Gerrard sendiri tak bisa berbuat banyak tanpa kehadiran Torres. Terakhir Stevie G tak mampu membawa Liverpool meraih kemenangan atas Manchester City. Kedua tim hanya bisa bermain imbang 0-0.
Kala harapan di pundak Gerrard menggunung, Mark Lawrenson pun memberikan pembelaan. Menurut pemain Liverpool pada era 80-an itu, Liverpool tak bisa selamanya mengandalkan Gerrard seorang karena ia bukan Superman.
"Bahkan Superman butuh istirahat untuk bertemu Lois Lane. Karena itulah Superman-nya Liverpool tak bisa diharapkan menjadi pahlawan pemenang di setiap laga," tukasnya di ESPN Star.
"Steven Gerrard adalah 'Tuan Liverpool. Dia tengah memperbaiki penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir."
"Tetapi Anda bisa berpendapat bahwa dia berbeda musim ini, jika dibandingkan apa yang tekah dilakukannya dalm 10 tahun terakhir."
"Alasannya sederhana, dia tak 100 persen fit. Dia tak selalu bermain musim ini, dan juga tak seganas biasanya," tandasnya.
Lawrenson akhirnya menggarisbawahi bahwa skuad Liverpool ini tak cukup merata. Tanpa Gerrard, ia melihat klub asal kota pelabuhan ini biasa-biasa saja.
"Liverpool adalah tim yag standar tanpa Gerrard," simpulnya.
(roz/arp)











































