Pendapat tersebut diutarakan oleh manajer 'Setan Merah' Sir Alex Ferguson terkait dengan sepak terjang tim sekotanya tersebut sejak diambil alih oleh Sheik Al Mansour pada tahun 2008. Banyak pemain sudah mulai ditarik ke City of Manchester City, dimulai dari Robinho musim lalu dan lebih besar di musim ini, termasuk Carlos Tevez yang notabene adalah mantan pemain MU.
Jelas tujuannya adalah mendobrak dominasi Big Four yang selama ini hanya diisi MU, Liverpool, Chelsea atau Arsenal. Namun, hingga musim kedua keberadaan miliuner asal Abu Dhabi tersebut, City masih saja menunjukkan performa inkosisten. Korbannya tentu saja Mark Hughes yang harus dilengserkan dan beban kini beralih ke Roberto Mancini untuk menorehkan prestasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada keraguan kalau persaingan antara suporter semakin meningkat," ungkap Fergie kepada ESPN.
"Bisa kita lihat persaingan tersebut di dua pertemuan terakhir kami. Dan kami harus menerima tantangan tersebut. Tidak ada yang salah dengan adanya tantangan. Kita harus berbuat sebaik mungkin dan saya harap itu cukup," sambungnya.
Namun, apakah City bisa melakukan apa yang MU lakukan dengan menjadi salah satu klub raksasa di dunia? Fergie tak yakin untuk hal yang satu itu dan juga tak mau berharap City bisa berprestasi seperti MU.
"City adalah klub kaya yang mampu membeli pemain mana saja di dunia ini. Tapi apakah mereka bisa membeli tim, membeli spirit Manchester United?" sindir Fergie.
"Saya tidak ingin City lebih besar dari kami, saya sangat tidak mau, bahkan dengan uang yang mereka miliki. Masalahnya dengan uang segitu mereka membeli pemain tanpa pandang bulu," pungkas pria yang sudah 24 tahun berada di Old Trafford itu.
Musim ini kedua tim sudah bertemu tiga kali dan MU unggul dua kemenangan berbanding satu milik City. City dan MU akan bertemu lagi di Liga Inggris 17 April nanti.
(mrp/key)










































