Grant: Kemenangan untuk Mendiang Ayah

Grant: Kemenangan untuk Mendiang Ayah

- Sepakbola
Senin, 12 Apr 2010 15:42 WIB
Grant: Kemenangan untuk Mendiang Ayah
London - Kemenangan sensasional Portsmouth di semifinal Piala FA ternyata bermakna spesial buat Avram Grant. Kemenangan ini dipersembahkan juga untuk mendiang ayahnya yang 59 tahun lalu berjuang menghindari pembantaian Nazi atas kaum Yahudi.

Portsmouth yang carut marut musim ini membuat kejutan dengan menyingkirkan Tottenham Hotspur yang kini tengah berada di papan atas. Skornya adalah 2-0 dan lewat babak extratime.

The Pompey pun lolos ke babak final dan menantang Chelsea pada 15 mei. Ini adalah final kedua dalam tiga musim terakhir di mana pada 2008 mereka jadi juara dengan mengalahkan Cardiff City.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah kemenangan yang disambut sukacita oleh seluruh punggawa Portsmouth termasuk Grant yang menganggapnya sebagai sebuah kegilaan. Bahkan Grant pun menilai kesuksesan pada 11 April kemarin itu tak hanya menyangkut soal sepakbola saja.

Ya tepat 59 tahun pada 12 April di Israel, negara di mana Grant berasal terjadi The Holocaust, hari pemusnahan kaum Yahudi oleh tentara Nazi. Israel hingga kini memang termasuk negara yang paling banyak dihuni oleh kaum Yahudi.

Ayah Grant termasuk dalam kelompok yang berjuang dari pembantaian itu dan selamat hingga akhirnya menutup mata tahun lalu. Dan Grant pun menganggap perjuangan anak asuhnya menggapai partai puncak diibaratkan seperti itu.

Untuk Grant ini adalah kali kedua ia menggapai kemenangan saat memperingati Hari Holocaust. Yang pertama adalah saat membawa Chelsea mengalahkan Liverpool di semifinal Liga Champions musim 2008.

"Ini lebih dari sekadar sepakbola. Ini kali keduanya terjadi, jadi ini lebih dari hanya sebuah simbol saja," tukas Grant yang kelahiran tahun 1955 itu di Telegraph.

"Ayahku berkata padaku bahwa hidup itu di masa depan bukan masa lalu. Dia tidak pernah membenci siapapun, meskipun orang itu berbuat salah padanya," sambungnya.

"Ia lahir dengan senyuman dan meninggal saat tidur pun dengan senyum. Kemenangan ini untuknya," pungkas pria usia 55 tahun itu.

(mrp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads