Kesalahan pertama Fabianski terjadi saat menghadapi FC Porto di Liga Champions Februari silam. Ketika itu manajer Arsene Wenger menyebtu bahwa timnya kebobolan gol pemain junior. Tim London Utara kalah 1-2 dalam partai tersebut.
Yang kedua dilakukan oleh kiper kelahiran 18 April 1985 itu dalam laga melawan Wigan dua pekan silam. Fabianski gagal menangkap bola dan kesalahan itu berhasil dikonversi oleh Titus Bramble menjadi sebuah gol. Dalam pertandingan itu The Gunners takluk 2-3. Wenger menyebut laga itu sebagai kekalahan paling menyesakkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beginilah kehidupan seorang kiper. Berat. Ada yang mencintainya, ada pula yang membencinya. Satu hari kita bisa jadi pahlawan dan di hari lain orang bakal berkata kita menjadi pemain yang terburuk," cetus deputi Manuel Almunia itu di Sky Sports.
Meski beberapa kali melakukan blunder, kepercayaan dari Wenger terhadapnya tak luntur. Akhir pekan kemarin ia berhasil mencatatkan clean sheet pertamanya dalam delapan laga, yakni ketika menghadapi Manchester City.
"Apa pun yang terjadi kita harus terus me-manage diri kita dengan baik, tetap yakin, dan terus berusaha."
"Sedang bagi manajer, terus berikan kepercayaan bagi kiper, maka kepercayaan dirinya bakal tumbuh. Ketika kiper itu bermain secara reguler, maka manajer bisa melihat hikmah dari keputusannya itu," tuntas pria yang bergabung Arsenal sejak tahun 2007 itu.
Foto: Lukasz Fabianski (kuning) dalam laga melawan Wigan, 18 April 2010 (Getty Images)
(nar/din)











































