Musim dingin lalu Babel tampaknya sudah berada di pintu keluar Anfield menyusul performa tak stabil dan insiden Twitter, yang bikin Manajer Liverpool Rafael Benitez sebal.
Akan tetapi, takdir kemudian berkata lain. Liverpool menolak tawaran dari Birmingham untuk Babel dan semenjak itu penampilan si pemain Belanda mulai menanjak, membuatnya meraih kembali kepercayaan Benitez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain berusia 23 tahun tersebut mengaku dirinya memang sempat gamang dan uring-uringan saat masa depannya dispekulasikan di media. Inilah yang lantas merusak fokusnya dalam bersepakbola.
"Aku pikir titik baliknya adalah ketika aku bisa fokus ke sepakbola dan bukannya rumor-rumor dan pelbagai kata-kata orang dan media."
"Saat membaca di sebuah koran bahwa Liverpool ingin menyingkirkanmu, walau kamu tahu itu tak benar, hal kecil semacam inilah yang bikin bingung," urai Babel.
Situasi lantas benar-benar jernih setelah Babel dengan agennya langsung bicara dengan Benitez. Inilah faktor utama peningkatan performa Babel kemudian.
"Ini adalah sebuah situasi di mana kedua belah pihak harus saling bekerja sama. Itu yang sudah memberikanku kepercayaan diri belakangan ini dan kini aku berusaha menjawab kepercayaan. Liverpool percaya padaku dan aku percaya pada Liverpool," tandas Babel.
(krs/din)











































