Sejak digaet dari Spartak Moskow dua tahun silam, Pav berjuang keras untuk menjadi penyerang utama. Hasilnya belum seperti yang ia harapkan. Walaupun beberapa kali disarankan pindah, ia memilih melanjutkan perjuangannya.
Di awal musim ini, dari lima pertandingan di Premiership, striker internasional Rusia itu selalu diturunkan, tapi cuma satu kali sebagai starter. Dari kesempatan itu ia mencetak satu gol, saat Spurs menundukkan Wolverhampton 3-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di liga, Crouch masih yang nomor satu, tapi belum mencetak gol dari enam pertandingan. Ia memang sudah mengoleksi empat gol, semuanya di Liga Champions termasuk kala hat-trick melawan Young Boys di babak kualifikasi.
Pavlyuchenko sedang punya kesempatan besar untuk lebih sering dimainkan Redknapp dari menit pertama. Ia pun sudah mendulang empat gol. Dua yang terakhir ia buat saat Spurs menundukkan FC Twente 4-1 di White Hart Lane, Kamis (30/9/2010) dinihari WIB.
Ditandemkan dengan Crouch, Pavlyuchenko mengambil peran sebagai algojo setelah penalti pertama yang didapatkan Spurs, gagal diubah menjadi gol oleh Rafael van der Vaart. Dan ketika hadiah penalti ketiga diberikan wasit, pemain 28 tahun itu mengambilnya lagi -- dan berhasil lagi.
Pavlyuchenko dan Crouch sejauh musim ini adalah penyumbang gol terbanyak Spurs, masing-masing empat gol. Pemain terdekat dengan torehan mereka adalah winger Gareth Bale, yang sudah menorehkan tiga gol.
Meski demikian, karena kompetisi masih panjang dan pertandingan masih sangat banyak, Redknapp sepertinya masih akan terus memperhitungkan siapa dua penyerang yang akan diprioritaskan. Sama seperti "rival-rival dalamnya", Pavlyuchenko harus menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk masuk kualifikasi dan kebutuhan Redknapp.
(a2s/rin)











































