Mengawali masa mudanya bermain bola sejak umur 9 tahun di akademi Arsenal, Wilshere baru merasakan debut di tim senior pada September 2008 saat berhadapan dengan Blackburn Rovers. Namun Wilshere lebih banyak dipasang Wenger di kompetisi macam Piala FA, Piala Carling atau bahkan Liga Champions.
Setelah sempat dipinjamkan ke Bolton Wanderers di pertengahan musim lalu, Wilshere musim ini dipercaya untuk mengisi satu tempat di tim inti The Gunners. Kepercayaan itu tak disia-siakan pemuda bertinggi badan 173 cm itu dan Wilshere pun langsung unjuk gigi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun justru sinarnya lebih terang di Liga Champions yang notabene adalah kompetisi elit antarklub Eropa yang lebih membutuhkan mental serta kematangan bermain dari seorang pesepakbola.
Wilshere tampil di tiga awal Arsenal di Grup H Liga Champions dan sumbangan satu gol serta dua assist sudah dikemasnya. Gol pertamanya di kompetisi Eropa adalah tadi malam saat 'Tim Gudang Peluru' menang 5-1 atas Shakhtar Donetsk.
Sebuah penampilan yang mengundang pujian dari Wenger yang menilai Wilshere semakin berkembang dalam hal skill dan olah bola. Namun perlu diingat Wilshere harus bisa menjaga emosinya jika kartu merah seperti melawan Birmingham City lalu terulang.
Pada laga semalam Wilshere kembali melancarkan tekel berbahaya ke pemain Shakhtar, Tomas Hubschmann, namun beruntung pengoleksi satu caps di timnas Inggris itu tidak diusir keluar lapangan.
"Dia tidak ingin melakukan tekel itu dan aku tidak ingin melihat kualitasnya berkurang," ucap Wenger di The Sun.
"Kedewasaan Wilshere melebihi umurnya saat ini dan itu tandanya ia benar-benar pemain bertalenta. Jika Anda bertanya padaku apakah ia siap untuk memperkuat Inggris melawan Prancis bulan depan, sangat sulit untuk berkata 'tidak'," simpulnya.
(mrp/krs)











































