Dimulai saat kalah dari Arsenal 0-3 pada 24 Oktober lalu, City kemudian kembali takluk dari Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-1. Sempat bangkit kala menekuk West Bromwich Albion dengan skor 2-0, penampilan City kembali menurun.
Di dua laga terakhir, City tak mampu mencetak gol dan hanya mampu meraih dua angka atas Manchester United dan yang teraktual adalah ditahan imbang tanpa gol oleh Birmingham City. Kedua laga itu dilangsungkan di City Of Manchester Stadium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mancini sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di tim jadi orang yang paling disorot atas performa angin-anginan City saat ini. Tekanan pun mulai mengarah pada Italiano berusia 46 tahun itu dan bukan tak mungkin jika penampilan City tak kunjung membaik, surat pemecatan akan datang padanya.
Menanggapi hal itu, Mancini santai-santai saja dan menganggap dirinya sedang tak dalam tekanan. Memang diakuinya hasil imbang melawan Birmingham semalam membuatnya frustrasi namun ia menilai City masih bisa lebih baik karena toh Liga Inggris masih tersisa 25 pekan lagi.
"Aku frustrasi karena aku ingin memenangi laga ini. Aku tidak ingin hasil seri atau kalah," cetus Mancini di Sky Sports.
"Tekanan apa? Untuk apa? Anda terus bilang kalau aku sedang dalam tekanan. Aku tidak merasa tertekan kok," sambungnya.
"Kami berada di posisi keempat. Kami mempunya beberapa masalah dan kami harus lebih baik lagi. Kami baru memainkan 13 laga," simpulnya.
Mancini pun punya waktu seminggu setidaknya untuk memperbaiki penampilan timnya. Setelah jeda internasional tengah pekan besok, City akan berkunjung ke Craven Cottage melawan Fulham yang kini dilatih Mark Hughes, orang yang dilengserkan Mancini tahun lalu.
(mrp/din)











































