Dalglish memang tak mengawali comeback-nya ke kursi manajer Liverpool dengan baik. The Reds kalah 0-1 dari Manchester United di Piala FA pada laga debutnya. Tapi apa yang terjadi setelah itu lebih penting untuk Henry.
Perlahan tapi pasti, Liverpool mulai menapak naik di klasemen Premier League. Empat laga terakhir di liga juga dilahap 'Si Merah' dengan kemenangan, dengan yang terakhir mereka raih dari Chelsea di Stamford Bridge.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah kemudian Henry memilih Dalglish. Sosok pria asal Skotlandia itu disebut Henry merupakan panutan bagi pemain dan klub secara keseluruhan. Henry yakin, Dlaglish bisa menstabilkan klub dalam waktu enam bulan.
"Saya berbicara kepada Kenny mengenai masalah ini dan mengatakan bahwa kami butuh seseorang untuk bekerja selama enam bulan dan menstabilkan klub di lapangan dan secara keseluruhan."
"Tapi saya tak bisa membayangkan sosok mana lagi yang dicintai oleh fans, tak hanya karena apa yang sudah dicapainya di lapangan, tapi juga di luar lapangan ketika klub dan suporter tengah melalui saat-saat berat (mengacu pada tragedi Hillsborough pada 1989, red).
Dalglish sendiri belum memikirkan mengenai masalah dirinya menjadi manajer secara permanen. Tapi setidaknya, Liverpool tampak menjanjikan di tangannya untuk saat ini.
(roz/roz)











































