Hiddink saat ini masih resmi jadi pelatih Turki, tetapi muncul sinyalemen kalau ia akan lengser cepat dari posisi yang ditempatinya semenjak 1 Agustus 2010 lalu tersebut.
Hal tersebut tidak lepas dari hasil buruk yang dituai Turki di kualifikasi Piala Eropa 2012, setelah mengalami dua kekalahan dari empat pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itulah yang lantas memercik spekulasi mengenai masa depan Hiddink di Turki. Ia sendiri mengaku akan berusaha sekuat tenaga untuk memetik poin maksimal di partai-partai berikutnya, meski tetap akan mengajukan pengunduran diri jika itu tak sukses.
"Enam poin dari dua laga ini sangat penting. Jika kami tidak mencapainya maka saya akan mengajukan pengunduran diri ke chairman dan setelah itu terserah kepadanya. (Kegagalan) Itu akan mengartikan bahwa saya bukan manajer sukses," lanjut si pria Belanda.
Chelsea sendiri, sejauh ini, tidak berpendapat demikian. Dalam periode singkat menukangi 'Si Biru' sebagai caretaker, si meneer sudah sukses mempersembahkan gelar juara Piala FA 2009.
Mengingat Hiddink terbilang dekat dengan bos Chelsea Roman Abramovich, pendekatan untuk kembali merajut kebersamaan niscaya lebih mudah dilakukan. Terlebih saat ini masa depan Carlo Ancelotti sebagai manajer Chelsea juga kerap dispekulasikan.
(krs/mrp)










































