Meski mempersembahkan Piala Liga, McLeish gagal mempertahankan Birmingham di Liga Primer Inggris. Beberapa hari lalu, pria berkebangsaan Skotlandia itu mengirim surat pengunduran diri.
Villa, rival sekota Birmingham yang sedang tidak punya manajer usai ditinggal Gerard Houllier, kemudian mendekati McLeish. Situasi menjadi panas karena Birmingham merasa tidak terima dan berniat melaporkan hal itu ke pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ron Saunders
Saunders menangani Villa sejak tahun 1974. Tahun 1981 ia mengantar The Villans jadi juara Liga Inggris, tetapi semusim berselang ia cabut karena berselisih paham dengan pengurus klub.
Lepas dari Villa, Saunders malah menangani Birmingham. Di musim kedua, Brummies besutan Saunders terdegradasi tapi ia membawa klub itu kembali ke divisi tertinggi setahun berselang.
Tahun 1986, Saunders hijrah ke West Bromwich Albion yang juga masih terhitung rival sengit Villa dan Birmingham.
2. George Graham
Graham sangat identik dengan Arsenal karena menjadi pemain di sana tahun 1966-1972 dan memanajeri The Gunners sejak 1986 hingga 1995. Ia terdepak dari Arsenal karena dihukum skorsing akibat membuat transfer yang mencurigakan.
Setelah sempat meracik Leeds United di rentang 1996-1998, Graham kemudian malah mengarsiteki Tottenham Hotspur tahun 1998. Walau ia sempat memenangi Piala Liga, Graham dipecat Spurs tahun 2001, diyakini dengan alasan 'tidak populer' di mata fans Spurs.
3. Harry Redknapp
Mulai menangani Portsmouth sejak 2002, Redknapp kemudian hengkang akibat konflik dengan petinggi klub tahun 2004. Redknapp melanggar kata-katanya sendiri dengan menangani Southampton, rival abadi Portsmouth.
Di Southampton, Redknapp cuma bekerja setahun. Ke mana kemudian ia berlabuh? Tahun itu juga, tahun 2005, Appy Arry (sapaan Redknapp) malah kembali menangani Portsmouth!
Foto: Harry Redknapp, menyeberang dari Portsmouth ke Southampton dan lalu ke Portsmouth lagi (AFP/Glyn Kirk)
(arp/nar)











































