Sejak kedatangannya di Manchester City dua tahun lalu, Balotelli banyak menghiasi hari-harinya dengan segala tindak tanduknya baik di dalam maupun luar lapangan. Ibaratnya, Balotelli seperti tokoh jelmaan di dalam novel, Dr Jekyl and Mr Hyde, yang berkepribadian ganda.
Coba saja lihat catatan gol Balotelli bersama City di mana 27 gol berhasil dicetaknya dari 59 penampilan di seluruh kompetisi. Itu adalah pencapaian yang cukup bagus mengingat dirinya bukanlah pilihan utama Mancini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi di luar lapangan tak sedikit cerita negatif menghiasi karier pesepakbola keturunan Ghana itu. Terakhir kali adalah aksi urakannya saat Manchester City menghadapi Arsenal di Emirates Stadium.
Di saat City butuh kemenangan dan tentu jasa Balotelli untuk mengejar Manchester United, pemuda 21 tahun itu malah bertingkah dengan mengasari Bacary Sagna dan Alex Song. Pada akhirnya Balotelli harus diusir keluar lapangan oleh Martin Atkinson karena menerima kartu kuning kedua pasca melanggar Sagna di menit 88.
Kartu merah kedua musim ini sekaligus yang keempat selama berseragam The Citizens. Total 22 kartu kuning juga sudah dikoleksi pemain yang kini berpaspor Italia itu. Itu semua diraih hanya dalam waktu dua tahun!
Berkali-kali Mancini sudah mencoba sabar dan selalu membela pemain kesayangannya. Tapi tampaknya kesabaran Mancini sudah habis ketika melihat Balotelli kembali berulah lagi.
"Aku sangat prihatin padanya. Aku tidak bisa berkata-kata lagi soal tingkah lakunya. Aku mencintainya, dia pemain yang fantastis, aku menyukainya sebagai seorang pribadi, tapi dia harus berubah atau dia akan kehilangan segalanya," urai Mancini seperti dilansir BBC.
"Aku sangat kecewa padanya. Dia masih muda dan terus saja berbuat kesalahan," sambungnya.
Dengan sikapnya yang masih saja seperti itu, muncul rumor kemudian City akan melegonya di musim panas dan Inter Milan sebagai klub lamanya dikabarkan tertarik membawa pulang ke Giuseppe Meazza. Apa komentar Mancini mengenai hal ini?
"Apakah dia akan dijual? Mungkin saja - tapi aku tidak tahu. Semua tergantung Balotelli karena dia adalah pemain fantastis," lugas Mancini mengenai peluang dijualnya striker bertinggi badan 188 cm.
Jika saat mengalahkan MU 6-1 Oktober lalu, Balotelli tenar dengan kaus bertuliskan "Why Always Me". Maka kali ini sudah muncul lelucon baru yakni "Why Always You, Mario?"
Ya, kenapa selalu harus kamu yang berbuat ulah, Mario?
(mrp/roz)











































