Adalah Tony Adams kapten terakhir Arsenal yang pensiun saat masih di klub tersebut. Bek legendaris Inggris itu gantung sepatu di akhir musim 2001/2002, menyudahi karier 19 tahunnya cuma bersama The Gunners.
Setelah Adams pensiun, Patrick Vieira didapuk sebagai komandan lapangan. Eks gelandang internasional Prancis itu mememangi tiga gelar dalam kapasitasnya sebagai kapten tim: satu titel liga dan dua Piala FA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak meraih gelar di tahun pertamanya setelah tak lagi jadi pemain Arsenal, Vieira mulai meraih sukses di musim berikutnya, seusai pindah ke Inter Milan. Ia memenangi empat Scudetto. Ia kembali ke Inggris di tahun 2010, dan memperoleh Piala FA bersama Manchester City.
Ketika Vieira pergi dari Highbury di pertengahan 2005, Thierry Henry ditunjuk sebagai kapten pertama Arsenal. Meski kontribusi Henry pada Arsenal sangat luar bisa, yang menjadikannya salah satu pemain terbesar Arsenal sepanjang masa, tapi selama menjadi kapten tim ia tidak memenangi trofi.
Penyerang Prancis itu kemudian memutuskan pindah ke Barcelona di musim panas 2007. Seperti halnya Vieira, Henry tidak meraih gelar apapun di musim pertamanya di luar London utara. Tapi di musim berikutnya ia mulai memenangi banyak piala.
Sepeninggal Henry, Arsenal mengoper ban kaptennya kepada Williams Gallas untuk musim 2007/2008, dengan Kolo Toure sebagai wakil. Semusim berikutnya, tepatnya mulai November 2008, Arsene Wenger mencopot jabatan skipper Gallas dan mempercayakannya kepada Cesc Fabregas.
Dalam usia 21 tahun, Febregas sudah menjadi kapten tim sebesar Arsenal. Diyakini bahwa hal itu menjadi salah satu upaya Wenger untuk memproteksi Fabregas dari incaran klub-klub besar Eropa.
Selama tiga musim menjadi kapten, Fabregas tidak memperoleh trofi apapun. Faktanya, selama memperkuat Arsenal ia cuma punya satu titel besar, yakni Piala FA 2005.
Karena Arsenal terus puasa gelar, Fabregas akhirnya hengkang di musim panas 2011, kembali ke klub asalnya, Barcelona. Sekali lagi Arsenal kehilangan kapten sekaligus salah satu pemain terbaiknya.
Uniknya, Fabregas bernasib sama seperti Vieira dan Henry, yaitu tidak langsung menjadi juara liga di klub barunya. Musim lalu Barcelona kalah dari Real Madrid di perebutan titel La liga. Meski demikian Fabregas masih mendapatkan sebuah trofi, yakni Copa del Rey.
Tahun ini Robin van Persie, yang mewarisi ban kapten dari Fabregas, juga meninggalkan Arsenal karena ingin segera menjadi juara. Penyerang kidal Belanda itu hampir dipastikan bergabung dengan Manchester United, yang musim lalu justru bertangan hampa alias tanpa gelar.
Setelah pindah nanti, bagaimana peruntungan karier Van Persie? Kita tunggu saja.
(a2s/krs)











































