Fergie: Berikan Rodgers Waktu

Jelang Liverpool vs MU

Fergie: Berikan Rodgers Waktu

Doni Wahyudi - Sepakbola
Sabtu, 22 Sep 2012 07:00 WIB
Fergie: Berikan Rodgers Waktu
Getty Images/Alex Livesey
Manchester - Brendan Rodgers dalam tekanan setelah tidak mampu memberi hasil positif buat Liverpool di awal musim ini. Padahal, menurut Sir Alex Ferguson, pelatih muda seperti Rodgers butuh diberikan waktu dan kesempatan.

Rodgers, 39 tahun, sebelumnya dianggap berhasil membesut tim-tim papan bawah semisal Watford dan Swansea City. Kelihaiannya meracik strategi bersama The Swans kemudian membuat manajemen Liverpool tertarik mengontraknya sebagai pengganti Kenny Dalglish.

Tapi sejauh ini Rodgers belum bisa memenuhi harapan yang dibebankan padanya karena dari empat laga Premier League belum ada satu pun kemenangan dipersembahkan. The Reds kalah telak 0-3 atas West Bromwich Albion di pekan pembuka, bermain imbang 2-2 kontra Manchester City di Anfield namun kemudian kalah 0-2 dari Arsenal dan cuma imbang 1-1 saat bertamu ke Sunderland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan Rodgers pun mulai dipertanyakan. Kondisi yang menurut Fergie sama dengan yang dialami Andre Villas-Boas di Chelsea. Padahal menurutnya pelatih muda seperti Villas-Boas dan Rodgers layak dapat kesempatan dan beri lebih banyak waktu.

"Setiap pelatih muda butuh waktu tapi di dunia modern Anda tidak bisa mendapatkan itu. Lihatlah Villas-Boas di Chelsea musim lalu. Dia pelatih mudah yang bertahan tujuh bulan," sahut Fergie di Skysports.

"Kita berada di periode di mana kesabaran bukan sesuatu yang realistis. Kita tidak berada di sana," lanjutnya kemudian.

Meski kini meraih sukses besar bersama Manchester United, Fergie sebelumnya juga butuh waktu panjang untuk membangun timnya. Faktanya, baru empat tahun setelah kedatangannya ke Old Trafford dia bisa memberi gelar pertama.

"Satu-satunya rute yang harus dilalui pada manajer adalah sukses. Itu adalah hasil sebuah industri, dan karenanya memenangi pertandingan menjadi sangat penting. Kondisinya berbeda dibanding saat saya memulai. Tekanannya lebih sedikit.

"Dunia telah berubah. Media sudah berubah. Tapi saya selalu merasa butuh memenangi pertandingan. Itulah intinya. Tak peduli di mana Anda menjadi pelatih, Port Vale, Liverpool atau Manchester United, Anda harus mendapatkan hasil (kemenangan)," paparnya.





(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads