Balotelli Bawa City ke Pengadilan

Balotelli Bawa City ke Pengadilan

Doni Wahyudi - Sepakbola
Senin, 17 Des 2012 22:57 WIB
Balotelli Bawa City ke Pengadilan
Getty Images
Manchester -

Mario Balotelli dan Manchester City akan saling berhadapan di pengadilan London, Rabu (19/12/2012) lusa. Kedua pihak terlibat perselisihan soal hukuman yang dijatuhkan The Citizens musim lalu.

'Perang' antara Balotelli dengan City bermula saat manajemen klub menjatuhkan hukuman denda sebesar 340.000 poundsterling pada pemainnya asal Italia itu. Balotelli dianggap melakukan tindakan tak pantas karena dia terlalu sering dapat hukuman menyusul banyaknya kartu kuning dan kartu merah yang diterima musim lalu.

Dikutip dari BBC, sepanjang 2011/2012 Balotelli tiga kali dapat kartu merah, sembilan kartu kuning dan total absen membela City di 11 pertandingan. Dia dihukum empat pertandingan karena melakukan tekel kasar pada Goran Popov (Dynamo Kiev), kembali dihukum empat laga karena menginjak Scott Parker (Tottenham Hotspur) dan dihukum tiga laga karena dapat dua kartu kuning dalam laga kontra Arsenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Balotelli kemudian menolak membayar denda tersebut. Merasa telah diperlakukan dengan tidak adil, eks pemain Inter Milan itu kemudian mengajukan banding pada sebuah komisi internal The Citizens.

Namun hearing atas banding yang diajukan Balotelli tidak menemukan jalan keluar yang disepakati kedua pihak. Kabarnya, Balotelli meminta tuduhan yang dikenakan padanya dicabut sementara pihak City tak mau menarik hukuman pada pemainnya itu.

Kondisi tersebut akhirnya memaksa persoalan ini diselesaikan ke meja hijau. Di depan pengadilan, kasus ini akan didengarkan sebuah panel yang terdiri dari tiga orang.

Perselisihan antara klub dengan pemain terkait hal indisipliner sangat jarang terjadi sebelumnya. Asosiasi Pemain Profesional sudah mengingatkan Balotelli dan City untuk menuntaskannya di luar pengadilan, namun karena tetap tak ditemukan kesepakatan akhirnya jalan inilah yang ditempuh.

"Kami mencoba menghindari situasi seperti ini sebisa mungkin, tapi pemain dan klub tidak bisa memecahkan masalahnya," ungkap Presiden Eksekutif Asosiasi Pemain Profesional, Gordon Taylor.

(din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads