Apa Lagi Selanjutnya, Laudrup?

Apa Lagi Selanjutnya, Laudrup?

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Senin, 25 Feb 2013 12:35 WIB
Apa Lagi Selanjutnya, Laudrup?
AFP
London -

Selalu ada pertanyaan tersisa setelah sebuah kesuksesan: Apa lagi selanjutnya? Michael Laudrup pun tak pelak demikian setelah keberhasilannya memberikan trofi mayor pertama untuk Swansea City.

Kebetulan trofi tersebut hadir bertepatan dengan perayaan centenary klub musim ini. Oleh karena itulah ada garis-garis emas berseliweran di jersey tim. Laudrup bak menyempurnakan tim yang dalam beberapa tahun belakangan sudah dipupuk dengan baik.

Swansea yang terkenal dengan filosofi permainan bola-bola pendeknya itu mendapatkan fondasi pada masa kepelatihan Roberto Martinez. Pola serupa kemudian dilanjutkan oleh Paulo Sousa, Brendan Rodgers, dan terakhir Laudrup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecuali Sousa, ketiga manajer lainnya memberikan sukses tersendiri untuk Swansea. Martinez membawa Swansea promosi dengan menjuarai League One, Rodgers membawa Swansea promosi ke Premier League lewat kemenangan di play-off, dan terakhir Laudrup membawa tim asal Wales itu memenangi Piala Liga Inggris.

"Mengangkat trofi rasanya sungguh luar biasa," ucap Laudrup seperti dikutip Guardian.

Ini bukan pertama kalinya dia mengangkat trofi selama kariernya di dunia sepakbola. Sebagai pemain, dia sudah merasakan berbagai gelar juara bersama para raksasa Eropa seperti Juventus, Real Madrid, Barcelona, hingga Ajax Amsterdam. Tapi, menurut pengakuannya, ada kepuasan tersendiri bisa mengangkat trofi bersama Swansea.

"Saya pikir, saya tidak bisa membandingkan titel ini, apa yang sudah kami raih di kompetisi ini, dengan apa yang sudah saya capai bersama Barcelona, Madrid atau Juventus. Menjadi juara bersama tim yang lebih kecil, seperti Swansea, rasanya lebih fantastis. Ini adalah trofi mayor pertama dan ini ada di atas sana bersama hal-hal luar biasa lainnya karena ini benar-benar berbeda," ujar Laudrup.

Laudrup, 48 tahun, pernah disebut sebagai salah satu playmaker elegan yang pernah ada di dalam dunia sepakbola. Kendati dikabarkan sempat dirudung masalah internal dengan para pemainnya di Swansea, ia tetap dihormati karena nama besarnya. Bek Swansea, Ashley Williams, bahkan punya satu cara untuk menggambarkannya.

"Dia adalah legenda. Lihat saja halaman Wikipedia-nya kalau tidak percaya," kata Williams suatu waktu.

Laudrup jugalah yang akhirnya membawa mimpi Williams menjadi kenyataan. Bek berusia 28 tahun tersebut mengatakan bahwa mengangkat trofi di Wembley adalah sesuatu yang diidam-idamkannya sejak masih bocah.

"Inilah yang kami impikan sebagai anak-anak. Memenangi final di Wembley adalah mimpi yang jadi kenyataan. Kami tahu punya pekerjaan untuk dilakukan dan kami melakukannya dengan brilian. Kami tahu bahwa mereka pernah mengalahkan tim Premier League, tapi kami punya tugas, dan kami melakukannya dengan brilian," papar Williams.

Kini, dengan trofi Piala Liga di tangan, menarik untuk menantikan bagaimana Laudrup akan menangani timnya musim depan. Tidak hanya tampil di liga, The Swans juga bakal berlaga di Eropa untuk pertama kalinya. Plus, bagaimana Laudrup menghadapi berbagai rumor seputar dirinya yang disebut-sebut bakal hengkang untuk menangangi Real Madrid.

Sejauh ini, jawaban Laudrup cukup diplomatis menanggapi rumor tersebut. Beberapa hari lalu, dia menyebut bahwa konsentrasinya adalah ke final Piala Liga. Bagaimana sekarang?

(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads