Chelsea di awal musim saat ditangani Roberto Di Matteo sempat berada di puncak klasemen, lalu mereka menurun dan menyebabkan Di Matteo dipecat. Saat itu Chelsea sebenarnya masih ada di peringkat tiga besar dan berselisih empat angka dari Manchester United di puncak.
Lalu datanglahlah Rafael Benitez dan singkat cerita berjalan kekalahan 0-2 dari Manchester City akhir pekan lalu membuat 'Si Biru' justru berbeda 19 poin dari MU! Jelas fakta yang ada ini membuat Chelsea diklaim sudah menurun penampilannya dan kini justru disalip Tottenham Hotspur yang naik ke posisi ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan dengan MU, Chelsea atau Spurs, yang rata-rata di bawah 40 laga jelas argo pertandingan Chelsea terlalu banyak. Apalagi midweek ini mereka harus melakoni laga babak kelima Piala FA kontra Middlesbrough. Jika laga itu berakhir maka Chelsea akan melakoni laga replay 4 Maret mendatang.
Maka artinya di awal bulan depan Chelsea bisa saja memainkan empat laga hanya dalam waktu delapan alias rata-rata dua hari sekali bermain.
"Sayangnya itu berpengaruh pada penampilan kami. Kami benar-benar tidak punya waktu luang dalam sepakan untuk beristirahat selama 29 pekan dan Anda mengharapkan selalu tampil 100 persen dalam setiap laga, coba terus melaju di setiap kompetisi," tutur Cahill yang sudah bermain 37 kali musim ini.
"Saya rasa di fase seperti ini di musim ini, itu tidak bisa dijadikan alasan. Tapi kelelahan jadi faktor mengapa kami menurun," demikian Cahill seperti dilansir Soccernet.
(mrp/din)











































