Arsenal bisa disebut sebagai klub yang paling stabil di Inggris, baik secara finansial maupun organisasi. Mereka disebut-sebut sebagai satu dari sedikit tim yang neraca keuangannya selalu positif tiap musimnya.
Hanya saja hal tersebut tidak berbanding lurus dengan prestasi, karena mereka jarang berinvestasi pada pemain yang benar-benar berkualitas. Sejak delapan tahun terakhir, mereka tak mampu meraih gelar lagi. Piala FA 2005 adalah trofi terakhir Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda melihat stabilitas, organisasi, dan kontrol yang dimiliki Arsenal, itu luar biasa. Tapi jika Anda tanya pada fans mereka tentang delapan tahun terakhir, mereka akan berkata bahwa mereka tidak memenangi apa-apa dan mereka tidak menyukai itu," kata Cech kepada Daily Star.
"Di satu sisi, kami bisa selalu berkata bahwa kami ingin memiliki stabilitas yang lebih baik. Tapi kami selalu berusaha untuk meraih sebuah trofi. Fans kami mungkin berkata,'Ya, kami ingin melihat stabilitas yang lebih baik, tapi kami lebih memilih mendapatkan piala'. Itu sangat sulit untuk dipilih."
Kiper yang meraih 12 trofi bersama Chelsea itu akhirnya menunjuk MU sebagai contoh ideal, di mana tim berjalan cukup stabil namun juga meraih banyak gelar.
Kendati demikian, Cech juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan klubnya saat ini tidak ada salahnya. Menurutnya yang penting adalah selalu berusaha untuk yang terbaik dan melakukan yang maksimal.
"Situasi ideal adalah skenario Manchester United di mana Anda punya manajer yang sama (setiap musim) dan Anda memenangi sejumlah besar trofi.
"Tapi kami ingin membuktikan semua ini salah. Kami ingin menunjukkan bahwa di Chelsea semua orang mencoba melakukan yang terbaik, tidak peduli siapa manajernya, tidak peduli bagaimana musim berjalan," imbuhnya.
(rin/cas)










































