MU Stop Pembicaraan dengan Glazer
Senin, 25 Okt 2004 16:16 WIB
Jakarta - Manchester United akhirnya memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengan taipan olahraga Malcolm Glazer. MU menganggap proposal Glazer soal pengambil alihan MU mengandung risiko. Glazer sebelumnya hampir berhak mengajukan penawaran untuk mengambil alih MU. Pasalnya dia telah menguasai saham MU sebesar 28,1 persen. Menurut ketentuan, pemegang saham yang telah memiliki minimal 30 persen berhak mengajukan penawaran buat mengambil alih klub yang sudah berusia 126 tahun ini. Pada awalnya langkah Glazer tampak akan berjalan mulus. Pasalnya duo pemilik saham terbesar MU, John McManus dan JP Magnier, telah menyatakan bersedia untuk menjual 28,89 persen saham-saham yang mereka miliki kepada pembeli yang berminat. Lebih jauh, pihak MU juga tak berupaya untuk menghentikan upaya Glazer. Padahal para pendukung fanatik-nya mati-matian menolak keberadaan Glazer sebagai calon pemilik MU. Setelah sempat mengabaikan aspirasi para pendukungnya, MU akhirnya berubah pikiran. Hari ini, secara resmi mereka mengumumkan kalau pembicaraan dengan Glazer soal pembelian saham mayoritas MU telah dihentikan. "Klub memutuskan untuk memberitahukan kepada para pemegang sahamnya kalau kami percaya penawaran yang berlebihan bukan kepentingan yang baik buat perusahaan. Oleh karenanya maka dewan klub memutuskan untuk tak mendukung langkah apapun yang mungkin membahayakan struktur tersebut, termasuk di dalamnya tak mendukung struktur yang terdapat dalam proposal Glazer," Demikian pernyataan MU yang dilansir BBC, Senin (25/10/2004). Lebih jauh klub percaya kalau struktur finansial yang mereka miliki sekarang sudah cukup menunjang hadirnya pemasukan dan investasi yang mampu mendorong performa pemain. Oleh karenanya mereka tak mau membahayakan klub dengan menerima proposal yang beresiko membawa ketidakstabilan finansial di tubuh MU. "Dewan klub juga telah menginformasikan kalau keluarga Glazer juga sudah mengetahui pandangan kami dan sepakat untuk menghentikan diskusi mengenai proposal mereka," tambah pernyataan tersebut. Keputusan klub ini tak pelak disambut baik oleh para pendukung MU. "Ini adalah kabar yang fantastis, mengingat sudah banyak kampanye yang menentang keberadaannya," ucap juru bicara Shareholders United, Oliver Houston. Hari Minggu (24/10/2004) kemarin, masih ada beberapa pendukung MU yang mencoba melayangkan protes sebelum pertandingan melawan Arsenal dilangsungkan. Enam orang dilaporkan dibekuk aparat setempat. (mel/)











































