Pecat-memecat manajer merupakan hal yang biasa terjadi di Premier League. Siapa manajer yang paling cepat kehilangan pekerjaanya? Bursa taruhan menjagokan manajer Newcastle United, Alan Pardew.
Pardew masih terikat kontrak hingga 2020 di Newcastle. Kontrak jangka panjang itu berikan setelah manajer berusia 52 tahun asal Wimbledon ini membawa The Magpies finis kelima di klasemen akhir musim 2011/12.
Akan tetapi, Pardew gagal membayar kepercayaan itu. Semusim setelahnya, Newcastle tampil jeblok sehingga nyaris degradasi dengan finis di posisi ke-16 klasemen akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumah taruhan Skybet, Pardew teratas dengan koefisien 9/2. Laudrup berikutnya dengan koefisien 11/2 dan Di Canio dengan koefisien 6. Yang menarik, Arsene Wenger (Arsenal) dan Andre Villas-Boas (Tottenham Hotspur) masuk lima besar dengan masing-masing koefisien 12.
Sedangkan di rumah taruhan Ladbrokes, Pardew memperoleh koefisien 5/2, tertinggi di atas Laudrup yang mendapatkan koefisien tujuh dan Jol dengan koefisien yang sama. Villas-Boas ada di peringkat keempat dengan koefisien 10 disusul Di Canio juga dengan koefisien 10.
Sementara di rumah taruhan Stan James, Pardew lagi-lagi di peringkat pertama dengan koefisien 3/1. Jol ada di bawahnya dengan koefisien 7/1 dan Di Canio dengan koefisien 9/1.
Bursa taruhan manajer Premier League yang paling cepat dipecat:
Sky Bet
Alan Pardew 9/2
Michael Laudrup 11/2
Paolo Di Canio 6
Arsene Wenger 12
Andre Villas-Boas 12
LadBrokes
Alan Pardew 5/2
Michael Laudrup 7
Martin Jol 7
Andre Villas-Boas 10
Paolo Di Canio 10
Stan James
Alan Pardew 3/1
Martin Jol 7/1
Paolo Di Canio 9/1
Michael Laudrup 12/1
Chris Hughton 12/1
(/)











































