Saga transfer Gareth Bale yang berlarut-larut memberi tekanan pada Tottenham Hotspur dan Andre Villas-Boas. Transaksi yang akhirnya tuntas dan nilai penjualan yang sangat besar membuat sang manager lega juga puas.
Di sepanjang bursa transfer musim panas 2013, pemberiataan soal Madrid mengejar Bale terus menghiasi media-media olahraga Eropa. Meski awalnya menyatakan tidak akan menjual, kubu The Lilywhites akhirnya menyepakati proposal pembelian yang diajukan El Real.
Panjangnya proses yang harus dilalui sebelum si pemain benar-benar menandatangani kontrak disebut Villas-Boas membuat dirinya tertekan. Secara tak langsung pemain Spurs yang lain disebutnya juga ikut terpengaruh dengan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Villas-Boas mengaku kalau opera sabun Bale berakhir bahagia untuk semua pihak. Si pemain gembira karena bisa bergabung dengan Madrid, El Real puas pemain buruannya bisa didapat, sementara Spurs dapat uang banyak dari penjualan yang memecahkan rekor transfer.
"Bale merasa gembira dan kami juga harusnya gembira karena bisa mendapatkan transfer pemain termahal di dunia. Saat ada klub terbaik di dunia datang pada Anda, sulit meyakinkan si pemain untuk bertahan, bahkan saat klubnya ingin terus berkembang, dalam kasus kami ini. Bagaimanapun, kini kami punya pemain yang ingin memenangi banyak kejuaraan...," lanjut manajer asal Portugal itu.
(din/rin)











































