Sejak pertengahan Januari lalu cita-cita quadruple beredar di markas Manchester City. Saat ini sudah dua titel terlepas dari tangan mereka, dan mungkin saja malah jadi tiga.
"Memenangi empat emang sangat sulit, tapi kami akan berusaha. Ini penting dengan memiliki mentalitas setidaknya mencoba," ucap manajer Manuel Pellegrini pada 15 Januari lalu.
Seiring waktu, asa itu diam-diam terus disimpan, sampai kemudian City berhasil meraih piala pertamanya pada awal Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pernyataan Samir Nasri, gelandang serang asal Prancis, pada 2 Maret lalu, setelah timnya mengalahkan Sunderland di final dan menjuarai Piala Liga Inggris.
Ya, kemenangan di turnamen itu memang menumbuhkan lagi ekspektasi tentang memborong keempat gelar juara alias quadruple. Sebabnya, sampai waktu itu City pun masih bertahan di Piala FA dan Liga Champions, serta dalam posisi bagus di papan atas klasemen Premiership.
Tapi peluang quadruple itu langsung sirna hanya seminggu setelah mereka memenangi Piala Liga. Di semifinal Piala FA melawan Wigan, The Citizens tumbang 1-2 di tangan Wigan Athletic.
Ironisnya lagi, tiga hari kemudian satu piala yang lain terbang pula. City gagal membalas kekalahan 0-2 dari Barcelona di leg pertama, dan kembali takluk di pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, dengan skor 1-2.
Itu berarti, keinginan quadruple langsung lenyap hanya 10 hari setelah diucapkan Nasri.
Tapi paling tidak, sampai minggu lalu City masih punya peluang besar di kompetisi domestik yang utama, yaitu Premier League. Kalau tak bisa empat gelar, dua pun tetap prestasi sangat besar.
Masalahnya, kesempatan besar itu dibuat mengecil sendiri oleh mereka. Di pertandingannya yang ke-33, di kandang sendiri pula, City hanya bermain imbang 2-2 melawan Sunderland. Imbasnya, mereka tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara.
Walaupun punya sisa satu pertandingan lebih banyak dari Liverpool dan Chelsea, tapi perolehan angka mereka tak ideal. Jika "Si Merah" telah mengantongi 77 poin dari 34 game, dan "Si Biru" punya 75 angka dari 34 laga, maka "Si Biru Langit" baru meraup nilai 71 dari 33 laga.
Alhasil, dengan sisa empat pertandingan, City benar-benar harus memenangi semuanya, plus berharap kedua rivalnya itu akan tersandung. Duel Liverpool vs Chelsea pada 27 April adalah hari yang paling utama buat para pendukung City untuk banyak "berdoa".
Jika tidak, maka dari mimpi quadruple yang sempat tercetuskan, bisa-bisa di akhir musim Vincent Kompany dkk. harus puas dengan satu trofi saja yang sudah di tangan: Piala Liga. (a2s/krs)











































