Bale musim panas lalu dilepas ke Real Madrid dengan banderol 86 juta poundsterling setelah penampilan okenya musim itu, yang membuatnya diganjar gelar pemain terbaik Liga Inggris dan juga pemain muda terbaik versi PFA (Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris).
Meski kehilangan Bale, Spurs memang mendapat dana segar dalam jumlah besar yang langsung dialokasikan untuk mendatangkan tujuh pemain baru yang boleh dibilang kualitasnya nyaris setara winger asal Wales itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spurs justru kesulitan memadukan para pemain baru itu dan penampilan buruk di awal musim membuat Andre Villas-Boas dipecat. Sudah begitu di tangan Tim Sherwood pun performa Spurs naik-turun dan peluangnya sulit untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan.
Dari deretan pemain baru yang didatangkan Spurs, mungkin cuma Eriksen yang bisa dibilang penampilannya stabil. Maka wajar jika kepergian Bale disebut sebagai alasan mengapa tim London Utara itu gagal total musim ini.
Hingga pekan ke-34, Spurs masih ada di posisi keenam klasemen dengan 60 poin, selisih tujuh angka dari Arsenal di posisi keempat.
"Transfer Gareth Bale adalah urusan bisnis seperti yang sudah-sudah. Kita lihat penampilannya musim lalu, dia bikin 21 gol, sembilan assist, dia mencetak gol kemenangan di delapan laga musim lalu. Kami bisa melakukan itu musim ini jika dia masih ada," ujar Sherwood di Soccernet.
Musim ini Bale pun penampilannya terbilang cemerlang bersama Madrid dengan sudah bikin 20 gol dan 18 assist di seluruh kompetisi. Bahkan gol ke-20 musim ini memastikan raihan trofi Copa del Rey untuk tim ibukota itu saat melawan Barcelona.
"Jika Anda memasukkan pencapaiannya musim lalu dengan apa yang sudah kami dapatkan saat ini, maka kami mungkin sedang bersaing memperebutkan trofi juara. Dua pemain terbaik (di final Copa del Rey) adalah Gareth Bale dan Luka Modric, itu sudah menggambarkan semuanya," lanjut Sherwood.
(mrp/cas)











































