Jika ditanya sekarang siapa yang bakal jadi jawara Premier League, orang-orang boleh jadi akan menunjuk Manchester United. Berbekal performa oke selama pramusim, pasukan Louis van Gaal ini sudah bikin lawan-lawan jeri.
Setidaknya Van Gaal sudah menunjukkan bahwa ia lebih baik dari David Moyes dan memberi kesan pertama yang begitu manis. Dalam lawatan ke Amerika Serikat, MU tampil trengginas dan menyapu bersih lima laga dengan kemenangan.
Lawan-lawan yang dihadapi juga bukan tim ecek-ecek seperti AS Roma, Inter Milan, Real Madrid, dan Liverpool. Mungkin hanya LA Galaxy yang kelasnya jauh di bawah MU dan terbukti mereka menang mudah tujuh gol tanpa balas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan kiprah tim-tim lain seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal yang sempat mengecap kekalahan di laga pramusim? Chelsea sendiri meski performanya angin-anginan dan sempat kalah 0-3 dari Werder Bremen, toh The Blues tetap difavoritkan di tempat pertama.
Sementara City yang sempat kalah dari Olympiakos dan Liverpool di Amerika Serikat plus ditaklukkan 0-3 dari Arsenal di Community Shield berada di tempat kedua unggulan juara.
Ini membuktikan memang penampilan oke di laga pramusim tak melulu menjamin tim menjadi juara Premier League. Contoh saja musim lalu saat City menjadi juara, penampilan anak asuh Manuel Pellegrini di ujicoba terbilang mengecewakan.
Dari delapan laga, City hanya mampu menang empat kali dan kalah empat kali. Data lain dari Daily Mail menyebut bahwa MU saat jadi juara musim 2010/2011 juga kalah tiga kali dari tujuh laga pramusim mereka.
Jauh sebelum itu di musim 1998/1998 yang merupakan puncak kesuksesan The Red Devils, David Beckham dkk. kala itu mengawali pramusim dengan dikalahkan Birmingham City dan Aberdeen sebelum menuntaskan musim dengan tiga gelar.
Meski secara statistik umum, pramusim yang oke setidaknya bisa menaikkan moral serta mental pemain jelang musim baru, di samping peningkatakan kondisi fisik pemain jadi prioritas utama para manajer tim tersebut.
Contoh lagi adalah Queens Park Rangers yang tak menyentuh sama sekali kekalahan di tujuh laga pramusim 2012/2013 dan malah terdegradasi di akhir musim.
Ada juga Bolton Wanderers, Blackburn Rovers, dan Wolverhampton yang menyapu bersih sebagian besar laga pramusim dengan kemenangan di musim 2011/2012, tapi malah berakhir dengan turun kasta dan tak pernah kembali lagi ke Premier League hingga saat ini.
Tak cuma tim, para pemain yang relatif tampil on fire selama pramusim juga tak menjamin ia bakal tampil bagus di musim yang sebenarnya. Contoh saja Mateja Kezman yang baru bergabung dengan Chelsea dari PSV Eindhoven di 2014.
Kezman bikin empat gol dari tiga laga pramusim-nya tapi pada akhirnya kita semua tahu ujung karier penyerang Serbia itu bersama Chelsea.
Yaya Sanogo, Roberto Soldado, Ashley Young, dan Stevan Jovetic patut fokus menjaga penampilan mereka selama pramusim ke laga kompetitif, jika tak ingin menjadi penghangat bangku cadangan seperti musim lalu.
Statistik laga pramusim tim juara Premier League sejak 2003/2004
Man City 2013/14 - M4, D0, L4
Man United 2012/13 - W3, D2, L1
Man City 2011/12 - W5, D0, L0
Man United 2010/11 - W4, D0, L3
Chelsea 2009/10 - W4, D1, L1
Man United 2008/09 - W7, D2, L0
Man United 2007/08 - W7, D1, L2
Man United 2006/07 - W9, D0, L2
Chelsea 2005/06 - W5, D1, L0
Chelsea 2004/05 - W2, D1, L1
Arsenal 2003/04 - W4, D4, L1
(mrp/krs)










































