Keputusan Pochettino untuk meninggalkan Southampton dan menerima pinangan Spurs oleh beberapa pihak dinilai sebagai pertaruhan. Sebab, Spurs cukup sering memecat manajernya jika hasil yang didapat tak memuaskan.
Pochettino sendiri menjadi manajer kesembilan yang ditunjuk sejak Daniel Levy--yang masih menjadi chairman sampai saat ini--mulai memimpin Spurs di tahun 2001. Hal itu setidaknya menunjukkan bahwa Levy tak sabaran saat klubnya mendapat hasil buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pochettino pun sadar jika pekerjaannya akan dinilai dari hasil yang didapatnya di atas lapangan. Kendati demikian, manajer asal Argentina itu tak merasa mendapat tekanan dari para petinggi The Lilywhites.
"Saya tidak khawatir soal itu. Saya tahu bisnis dalam sepakbola. Saya tahu bahwa Anda hidup dengan hasil di lapangan, Anda harus mendapat hasil. Jika tidak, Anda menyulitkan diri Anda sendiri," sahut Pochettino seperti dikutip Guardian.
"Tapi klub dan chairman tidak memberi tekanan apapun atau tantangan apapun kepada saya untuk meraih sesuatu. Kami punya hubungan yang sangat baik."
"Setiap hari kami bicara bersama, dengan Franco Baldini (Direktur Teknik Spurs) dan chairman dan dengan semua jajaran petinggi dan orang-orang yang ada di sini. Dan kami mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk klub dan untuk pendukung kami agar mereka menikmati setiap pertandingan," lugasnya.
(nds/mfi)










































