Sampai pensiun dari sepakbola, Thierry Henry masih berstatus topskorer sepanjang masa Arsenal dengan 228 gol. Namun siapa sangka di awal kedatangannya, Henry ragu dirinya bisa menjadi striker top seperti sekarang.
Bukan sesuatu yang aneh jika Henry berkata seperti itu, mengingat banyak yang meragukan keputusan Arsene Wenger saat membeli Henry. Sebab di klub sebelumnya, Juventus, Henry gagal total dan hanya bikin tiga gol selama setengah musim.
Ini semua terkait posisi Henry sebagai winger dan ketika diboyong ke Highbury pun, Henry diprediksi bakal jadi pilihan keempat mengingat Arsenal masih punya Davor Suker, Dennis Bergkamp, dan Nwankwo Kanu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Wenger jeli melihat bakat terpendam Henry sebagai striker haus gol dan ia kemudian memindahkan posisi Henry sebagai penyerang tengah. Hasilnya bisa dilihat sekarang ini di mana ia adalah topskorer sepanjang masa Arsenal dan menjadi pemain asing paling produktif di Premier League.
Ketika coba menengok jauh ke belakang lagi soal karier pemain yang baru saja memutuskan pensiun itu, Wenger menuturkan bahwa Henry awalnya sempat ragu ketika diberi peran sebagai striker, karena dirinya tak yakin bisa menjawab tantangan Wenger untuk mencetak banyak gol.
"Awalnya, ketika saya membelinya dari Juventus, ideku adalah menduetkannya dengan Nicolas Anelka," ujar Wenger kepada L'Equipe seperti dikutip ESPN.
"Tapi di musim panas saat itu, Anelka pindah ke Real Madrid dan rencana saya batal. Ketika baru gabung Arsenal, Thierry tidak langsung masuk tim inti karena banyaknya stok pemain di lini serang," sambungnya.
"Suatu hari saya memutuskan untuk menempatkannya di tengah dan segalanya menjadi lebih mudah. Dia bilang pada saya, 'Coach, saya tidak tahu cara mencetak gol.' Sekarang Anda bisa bilang bahwa dia sudah membodohi semua orang."
===
Foto: Thierry Henry saat diperkenalkan pertama kali oleh Arsene Wenger usai transfernya dari Juventus. (AFP/SINEAD LYNCH)
(mrp/din)











































