Liverpool yang Mulai Memerah

Liverpool yang Mulai Memerah

- Sepakbola
Selasa, 30 Des 2014 05:43 WIB
Liverpool yang Mulai Memerah
REUTERS/Phil Noble
Liverpool - Kemenangan atas Swansea City seperti menjustifikasi Liverpool mulai membaik, usai start buruk musim ini. Manajer 'Si Merah', Brendan Rodgers, pun senang melihat kemajuan pesat anak asuhnya.

Setelah menjadi runner-up musim lalu, Liverpool mengawali musim ini dengan kurang impresif. Banyaknya pemain baru yang datang, badai cedera, dan kepergian Luis Suarez disinyalir jadi penyebabnya.

Tak cuma tertatih-tatih di Premier League, Liverpool juga harus tersingkir di fase grup Liga Champions. Wajar jika kritik bermunculan tanpa henti dan posisi Rodgers mulai digoyang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menjelang akhir tahun ini, Liverpool boleh dibilang sudah memperlihatkan kemajuan yang berarti. Dari 10 laga terakhir di seluruh kompetisi, The Reds cuma kalah sekali saat takluk 0-3 dari Manchester United.

Sementara itu di empat laga terakhirnya, Liverpool memetik tiga kemenangan termasuk saat menghantam Swansea 4-1 di laga penutup tahun 2014, Selasa (30/12) dinihari WIB di Anfield.

Skor itu adalah yang terbesar didapat Liverpool musim ini di seluruh kompetisi, khususnya untuk memperbaiki catatan kurang oke mereka di kandang. Plus Liverpool meraih kemenangan beruntun kedua mereka musim ini, setelah pekan lalu mengalahkan Burnley.

Terakhir kali The Anfield Gank menang dua laga berturut-turut saat menekuk West Bromwich Albion dan Queens Park Rangers.

Formasi 3-4-3 yang dicoba oleh Rodgers mulai manjur dan tiga pemain depannya, Adam Lallana, Raheem Sterling, dan Philippe Coutinho, terlihat fasih memainkan perannya masing-masing serta saling pengertian yang kuat di antara ketiganya.

"Performa yang hebat melawan tim yang sangat bagus. Saya rasa kami mendominasi nyaris sepanjang laga. Kami memang kebobolan gol mudah dan skor tiba-tiba menjadi 2-1, lalu mereka nyaris mencetak gol cepat lagi, itu membuat frustrasi. Terlepas dari itu, para pemain tampil uar biasa dan kami kini pede menatap ke depan," ujar Rodgers seperti dikutip BBC.

"Bagi saya yang terpenting adalah tim bisa kembali tampil baik dan para pemain mengerti bagaimana cara tim ini bermain. Malam ini kami tampil meyakingkan. Kami harus menjaga intensitas dan kerja keras itu," sambungnya.

"Di level seperti ini, setiap laga sama sulitnya. Kami tahu bagaimana kami harus bekerja, tapi saat ini para pemain mulai bisa menyatu. Kami adalah tim muda yang sedang mencari jati diri dan memainkan gaya yang kreatif serta menghibur," demikian Rodgers.

(mrp/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads