Datang ke Inggris, Victor Valdes tidak hanya harus beradaptasi dengan kultur baru, tetapi juga dengan bahasa baru. Untuk yang terakhir, Valdes santai-santai saja menghadapinya. Tidak ada masalah sama sekali alias no problem at all!
Valdes baru saja resmi bergabung dengan Manchester United untuk menjadi kiper pelapis David De Gea. Kabar ini terbilang tidak mengejutkan mengingat kiper berusia 32 tahun tersebut sudah berlatih bersama 'Setan Merah' dalam beberapa bulan terakhir.
Valdes, yang mengalami cedera ligamen lutut pada paruh akhir musim kemarin, diberikan kesempatan memulihkan diri dan berlatih oleh manajer United, Louis van Gaal. Van Gaal sendiri bukanlah orang asing untuk Valdes. Manajer asal Belanda itulah yang memberikan debut untuk Valdes ketika masih menangani Barcelona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara dengan MUTV tak lama setelah dinyatakan resmi bergabung, Valdes pede menjawab pertanyaan dengan bahasa Inggris, kendatipun terpatah-patah di beberapa bagian.
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Louis van Gaal yang sudah mengizinkan saya bekerja dengannya lagi bersama timnya," ujar Valdes.
"Perubahan situasi ini amat penting buat saya karena cedera yang saya alami sangat-sangat berat. United dan orang-orang di sekitarnya menyelamatkan dan merawat saya."
Dalam video singkat yang dirilis di situs resmi United, Valdes sempat berhenti sejenak dan bertanya kepada penerjemah dalam bahasa Spanyol mengenai padanan ekspresi dan kalimat yang tepat dalam bahasa Inggris. Namun, setelahnya dia dengan yakin melanjutkannya sendiri.
Pemain Spanyol --atau yang berasal dari negara yang berbahasa Spanyol-- disebut kerap kesulitan ketika harus belajar bahasa Inggris. Kiper United lainnya, David De Gea, juga mengalami masalah yang sama di musim pertamanya bersama klub. Sampai-sampai pelatih kiper United saat itu, Eric Steele, belajar bahasa Spanyol untuk bisa berkomunikasi dengan De Gea.
Gelandang Real Sociedad, Esteban Granero, juga mengakui bahwa lidah pemain-pemain Spanyol kerap bermasalah jika harus ber-cas-cis-cus dengan bahasa Inggris. Keahlian Granero berbahasa Inggris kini jadi nilai plus mengingat dia bisa membantu manajer baru klub yang belum bisa berbahasa Spanyol, David Moyes, untuk berkomunikasi.
"Memang sedikit memalukan, ya, kalau lulus kuliah di Spanyol tapi tak bisa bahasa Inggris. Sepertinya, hanya di negara kami di Eropa yang tak bicara bahasa Inggris," canda Granero.
Kesulitan para pemain Spanyol dalam berbahasa Inggris ini sempat diabadikan menjadi sebuah parodi. Kebetulan, dalam parodi tersebut, Valdes sendirilah yang menjadi bintangnya.
Dalam parodi tersebut, diperlihatkan Valdes --ketika masih memperkuat Barcelona-- berusaha amat keras untuk menjelaskan instruksi kepada Ibrahim Afellay dalam bahasa Inggris. Namun, apa daya, yang bisa diucapkan Valdes hanyalah sebatas "When you got the ball.." dan "when you close to me." tanpa bisa menggabungkannya menjadi kalimat yang utuh.
Dalam kesulitan, Valdes kemudian memanggil Javier Mascherano --yang pernah memperkuat Liverpool-- untuk memberikan Afellay instruksi yang dia inginkan. Tapi, apa daya, bahasa Inggris Mascherano juga sama levelnya dengan Valdes.
Di skuat United saat ini, ada banyak pemain yang berasal dari Spanyol dan berbahasa Spanyol sebagai bahasa ibu. Beberapa di antaranya, seperti Juan Mata, Ander Herrera, dan Radamel Falcao, cukup fasih dalam berbahasa Inggris. Ini membuat sebuah lelucon muncul: julukan United kini bukan lagi The Red Devils, melainkan Los Diablos Rojos.
Untuk Valdes, dengan banyaknya pemain dari Spanyol, dia relatif tidak akan kesulitan untuk beradaptasi.
(roz/a2s)











































