Harry Kane boleh saja jadi perbincangan. Namun, Tottenham Hotspur tidak hanya Kane seorang. Masih ada nama lain yang bisa mengancam Liverpool, yakni Christian Eriksen.
Catatan Kane memang terbilang impresif. Dalam 14 penampilan terakhirnya bersama Tottenham, Kane sukses mencetak 11 gol. Terakhir, penyerang berusia 21 tahun tersebut mencetak sepasang gol untuk membawa The Lilywhites menang 2-1 atas Arsenal.
Wajar kalau kemudian Kane diwaspadai oleh barisan pertahanan Liverpool yang kini digalang oleh tiga orang: Martin Skrtel, Emre Can, dan Mamadou Sakho. Skrtel paham potensi teror dari Kane, tetapi mengatakan timnya siap menghadapi sang bomber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi bukan cuma dirinya, Tottenham juga sedang bagus sebagai satu-kesatuan tim. Mereka sudah bermain lebih baik dibandingkan sebelumnya jadi kami mesti siap untuk mereka," sebutnya.
Selain Kane, Tottenham memang masih memiliki Eriksen. Pemuda asal Denmark tersebut merupakan salah satu gelandang paling subur di Premier League musim ini.
Bersama gelandang Chelsea, Eden Hazard, Eriksen sudah mencetak 9 gol musim ini. Jika tidak dihentikan, Eriksen berpotensi jadi ancaman juga.
Beberapa sumber gol Eriksen berasal dari sepakan dari luar kotak penalti dan tendangan bebas. Eks pemain Ajax Amsterdam tersebut memang dikenal suka tidak basa-basi. Meski terlihat stylish dan nampak seperti nomor 10 klasik, Eriksen nyatanya bisa juga bermain lugas.
Di Ajax, dia biasa melepaskan sepakan dari jarak jauh tatkala timnya kesulitan untuk menembus pertahanan lawan. Ini pun terlihat dari catatan statistiknya musim ini. Dari 24 kali tampil musim ini, Eriksen rata-rata melepaskan 2 tembakan per pertandingan dari luar kotak penalti. Jumlah itu lebih banyak dari tembakannya dari dalam kotak penalti yang hanya 0,1 per pertandingan.
Di luar itu, Eriksen juga cukup oke dalam melepaskan operan. WhoScored mencatat, pemain berusia 22 tahun ini rata-rata melepaskan 2,5 operan kunci per laga dengan akurasi operan mencapai 83,7%.
Tentu, gelandang Liverpool harus pintar-pintar menjaganya. Masalahnya, The Reds tidak akan diperkuat gelandang bertahan mereka, Lucas Leiva. Padahal Lucas, seperti dikatakan oleh eks bek Liverpool, Jamie Carragher, adalah penjaga keseimbangan lini tengah Liverpool.
Manajer Liverpool, Brendan Rodgers, awalnya diperkirakan akan menggeser Emre Can ke posisi Lucas. Namun, Rodgers menampiknya. Can dibutuhkan di lini pertahanan sebagai ball-playing defender.
Satu-satunya opsi kini adalah memasang Joe Allen di posisi Lucas.
(roz/din)











































