Dari sekadar mimpi yang terpendam lama hingga akhirnya menjadi kenyataan. Apa yang dijalani oleh pemenang "Garuda Indonesia-Liverpool FC Video Contest" akan menjadi pengalaman tak terlupakan.
Kecintaan pada Liverpool akhirnya membawa tiga tim yang masing-masing timnya berisi dua orang ke Inggris. Mereka adalah Johan Eka Firmansyah-Satrio Anindito, Sherlya Nadhiva-Rifki Hisyam, dan Achmad Ridwan-Fajar Matasa Ikbar. Keenamnya berangkat ke Inggris setelah memenangi kontes video yang digelar oleh Garuda Indonesia pada bulan Desember silam. Mereka berangkat ke Inggris pada Senin (9/2/2015) dinihari WIB dan tiba di London pada Senin siang waktu setempat.
Hadiah utama dari "Garuda Indonesia-Liverpool FC Video Contest" adalah menyaksikan langsung laga Premier League antara Liverpool dan Tottenham Hotspur di Anfield, Selasa (10/2/2015) lalu, yang berkesudahan dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang bisa dicari, kita bisa menabung untuk berangkat ke Inggris. Tapi, itu tak menjamin kita akan bisa nonton langsung pertandingan Premier League," tutur Satrio kepada detikSport, yang menyertai perjalanan mereka.
Apa yang dikatakan Satrio memang benar. Mendapatkan tiket pertandingan Premier League bukanlah perkara gampang. Sebagian besar kursi di stadion telah menjadi jatah pemegang tiket musiman. Selain itu, penjualan tiket juga diprioritaskan kepada member resmi suporter klub.
Kalau nonton sendiri, yang bisa diharapkan paling menunggu calo di luar stadion menjelang laga dimulai atau pemegang tiket yang mendadak menjual tiketnya. Biasanya kita harus membayar jauh lebih mahal daripada harga resmi untuk memperoleh tiket-tiket semacam ini. Kalau sedang apes, yang Anda bayar adalah sebuah tiket palsu. Hal ini sudah biasa terjadi.
"Waktu itu ada suporter dari Malaysia atau Singapura yang jauh-jauh datang ke Inggris untuk nonton Liverpool, tapi belum pegang tiket. Dia kemudian ditawari tiket dengan harga lebih mahal oleh seseorang di luar stadion. Mereka akhirnya membeli tiket itu, tapi ketika akan masuk stadion petugas menyatakan tiket mereka palsu," cerita Jubi Prasetyo, General Manager Garuda Indonesia untuk wilayah Britania Raya dan Irlandia, Kamis (12/2) malam.
"Melihat mereka sudah datang jauh-jauh, pihak Liverpool akhirnya menyediakan tiket resmi yang bisa mereka beli. Mereka pun akhirnya bisa nonton," tutur Jubi.
Dengan situasi seperti itu, kesempatan nonton langsung di Anfield yang diberikan oleh Garuda Indonesia kepada para pemenang "Garuda Indonesia-Liverpool FC Video Contest" benar-benar berharga. Para pemenang pun merasa mimpi mereka selama ini telah terwujud. Satrio bahkan beberapa kali terharu, baik saat rombongan memasuki kota Liverpool maupun saat tiba di Anfield untuk pertama kalinya.
Akan tetapi, yang diberikan oleh Garuda Indonesia kepada para pemenang ternyata tak sebatas kesempatan nonton langsung pertandingan Liverpool versus Tottenham. Beberapa momen langka, dan mungkin sekali seumur hidup, bisa dinikmati oleh para pemenang.
Bayangkan saja, mereka bisa masuk ke Legends Lounge Anfield, sebuah tempat eksklusif yang cuma bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja menjelang pertandingan. Di sini mereka mendapatkan jamuan spesial dari pihak Liverpool. Selain itu, mereka bisa bertemu dengan legenda The Reds, Ian Rush, di Legends Lounge ini. Lebih spesialnya lagi, mereka diberi kesempatan berfoto bersama Rush dengan latar belakang lapangan Anfield. Sebuah momen tak terduga yang amat mengesankan.

Ketika pulang dari stadion menuju hotel tempat menginap, para pemenang juga diantarkan dengan sebuah kendaraan istimewa. Bus Liverpool. Bus yang dilengkapi dengan fasilitas wah itu biasanya dipakai untuk mengantarkan Steven Gerrard dan kawan-kawan ke sana ke mari. Kini para pemenang telah merasakan bagaimana rasanya naik bus itu. [Baca cerita selengkapnya di sini]

Keesokan harinya setelah menonton pertandingan, para pemenang diajak ke Anfield lagi. Mereka mengikuti tur stadion dan menjelajahi setiap sudut Anfield yang sangat bersejarah. Mereka tahu seperti apa rupa ruang ganti Liverpool yang bergaya klasik, seperti apa lorong menuju lapangan plus tulisan "This is Anfield" yang termasyhur itu, seperti apa ruang konferensi pers yang dulunya adalah Boot Room, serta seperti apa rasanya duduk di tribune The Kop yang terkenal itu. [Baca: 'Anfield, Akhirnya Kami Datang Juga!']
Selanjutnya, para pemenang juga memasuki museum Liverpool. Tempat ini menceritakan segala sesuatu tentang klub tersebut, mulai dari sejarah, perkembangan dari tahun ke tahun, momen-momen penting, pemain-pemain hebat yang pernah mereka miliki, hingga koleksi trofinya. [Galeri Foto 1, Galeri Foto 2]
Apa yang diberikan Garuda Indonesia kepada para pemenang tak melulu soal sepakbola. Setelah puas menjelajahi Anfield, mereka diajak ke The Beatles Story, sebuah tempat yang menceritakan kisah perjalanan karier band legendaris The Beatles. Di tempat inilah berbagai memorabilia tentang The Beatles tersimpan.
Selain itu, dalam perjalanan kembali ke London, para pemenang juga diajak mampir ke All England Lawn Tennis and Croquet Club, tempat yang dipakai untuk menggelar turnamen tenis Wimbledon tiap tahunnya. Meski cuma sebentar, mereka sangat menikmati kunjungan ke tempat ini. [Baca juga: Berburu Pernak-Pernik Wimbledon]
Pada Kamis (12/2/2015) malam, pihak Garuda Indonesia yang diwakili oleh Jubi dan dua stafnya, Imran dan Laura, menjamu para pemenang dengan sebuah makan malam perpisahan di sebuah hotel di London. Dalam kesempatan ini, Jubi mengucapkan terima kasih kepada para pemenang atas partisipasi mereka dan berharap para pemenang menikmati hari-hari mereka selama di Inggris.
"Kami juga berterima kasih kepada Garuda Indonesia atas kesempatan yang diberikan. Ini akan menjadi pengalaman yang tak akan pernah kami lupakan," kata Satrio sebagai pemimpin rombongan mewakili teman-temannya.
Rombongan pemenang akan meninggalkan Inggris pada Jumat ini dan dijadwalkan mendarat di Jakarta pada Sabtu (14/2/2015) siang WIB.
(mfi/a2s)











































