Liverpool kembali mendatangkan cukup banyak pemain baru di bursa transfer musim panas ini. Dengan materi yang kian berlimpah, patut disimak bagaimana wajah baru The Reds di musim 2015/2016.
Klub asal Merseyside itu terhitung gagal total musim lalu di mana mereka mengakhirinya tanpa trofi di tangan. Selain itu Liverpool juga gagal finis empat besar dan harus puas bermain di Liga Europa, usai finis di posisi keenam.
Performa buruk tersebut tak lain disebabkan kegagalan para pemain baru tampil memenuhi ekspektasi. Dari 9 pemain yang didatangkan, praktis hanya Emre Can dan Alberto Moreno yang bisa dibilang memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepeninggal Luis Suarez, Liverpool dinilai tak cakap dalam membelanjakan uang hasil penjualan pemain Uruguay itu ke Barcelona. Bukan menambah kualitas tim, Liverpool dianggap hanya menambah kuantitas tim yang berimbas pada performa di atas lapangan.
Paling mencolok tentunya adalah tumpulnya lini depan Liverpool. Ketika Daniel Sturridge yang diharapkan bisa menggantikan Suarez malah lebih sering berada di ruang perawatan karena cedera, Balotelli, Lambert, dan Fabio Borini tampil sangat buruk dengan hanya menyumbang total empat gol di Premier League.
Ini yang membuat sang manajer, Brendan Rodgers, harus memutar otak untuk meracik formasi dengan mengandalkan Raheem Sterling sebagai false nine. Padahal posisi asli Sterling adalah winger kanan dan finishing-nya tak sebagus Sturridge atau Suarez, meski berhasil jadi topskorer kedua Liverpool dengan 11 gol.
Pemain tertajam Liverpool sendiri adalah Steven Gerrard yang berhasil mencetak 13 gol, lalu ada Philippe Coutinho (8 gol) dan Jordan Henderson (7 gol), yang mana kesemuanya adalah pemain tengah.
Wajar jika lini depan jadi perhatian Rodgers musim panas ini. Danny Ings, Roberto Firmino, dan Christian Benteke didatangkan dengan banderol sekitar 55 juta poundsterling atau lebih dari 75 persen total pengeluaran tim di bursa transfer kali ini.
Ings, yang tampil menawan bersama Burnley musim lalu dan baru berusia 22 tahun, diharapkan bisa memberi energi baru untuk lini depan. Sementara Firmino, dengan gaya khas Brasil berpadu dengan Eropa daratan, bakal jadi tandem sepadan untuk Coutinho menggalang serangan.
Benteke? Torehan 49 gol selama 3 musim memperkuat Aston Villa sudah jadi jawaban mengapa Rodgers begitu ngotot mendatangkannya dengan banderol 32,5 juta poundsterling, yang membuatnya jadi pemain termahal kedua sepanjang sejarah klub itu.
Kehadiran Benteke diharapkan tentunya bisa mengembalikan gol-gol yang hilang dari Liverpool musim lalu. Setelah mencetak 101 gol saat jadi runner-up musim 2013/2014, The Anfield Gank hanya bikin 52 gol. Absennya Sturridge hingga September-Oktober dirasa tak akan menjadi masalah lagi.
Belum lagi ditambah kembalinya Divock Origi dari masa peminjamannya di Lille musim lalu. Striker muda ini bisa memanfaatkan koneksinya dengan Benteke di timnas Belgia untuk membentuk duet maut di lini depan.
Beralih ke lini tengah, kedatangan James Milner dengan status bebas transfer dari Manchester City, kian memperkaya stok gelandang yang dimiliki Rodgers. Henderson bakal punya duet sepadan yang enerjik dan mampu bermain di banyak posisi. Nilai lebih Milner adalah kemampuannya jadi eksekutor bola mati, yang bisa menggantikan tugas yang selama ini diemban Steven Gerrard.
Sementara itu Emre Can bisa tenang kembali ke posisi favoritnya sebagai holding midfielder di depan empat pemain bertahan. Masih ada nama Lallana, Markovic, Joe Allen, dan Lucas Leiva yang bisa dimainkan bergantian oleh Rodgers, tergantung kondisi serta lawan yang dihadapi.
Di lini belakang, kedatangan Joe Gomez dan Nathaniel Clyne, jadi jawaban akan kebutuhan Liverpool di pos bek sayap. Musim lalu praktis hanya Alberto Moreno yang posisinya aman, sementara di sisi kanan menurunnya Glen Johnson dan cederanya Jon Flanagan membuat Rodgers beberapa kali harus memainkan formasi 3-5-2, dengan memainkan Markovic di posisi wing back kanan.
Javier Manquillo yang diharapkan bisa mengimbangi eksplosivitas Moreno di sisi kiri, malah tampil buruk dan akhirnya dihentikan masa peminjamannya. Clyne akan jadi suksesor Johnson di posisi bek kanan.
Sementara, Gomez yang dibeli dari Charlton Athletico, bisa jadi pesaing Moreno di posisi kiri jika bek asal Spanyol itu masih kerap melakukan blunder kala bertahan. Isu ketertarikan Liverpool pada bek kiri Paris St-Germain, Lucas Digne, bisa menambah ramai persaingan di posisi tersebut.
Untuk duet bek sentral, Rodgers memang masih mencari-cari formula terbaik karena selama sesi pramusim Martin Skrtel, Mamadou Sakho, dan Dejan Lovren kerap dipasang bergantian. Tampaknya Skrtel akan ditemani Lovren yang diberi kesempatan untuk bangkit dari musim debutnya yang buruk.
Posisi penjaga gawang tampaknya tak akan lepas dari tangan Simon Mignolet. Adam Bogdan sebagai penggawa baru yang didatangkan dari Bolton Wanderers akan jadi pelapis untuk Mignolet.
4-3-3
Formasi kesukaan Rodgers ini akan jadi andalan sepanjang musim jika seluruh pemain fit. Trio lini tengah akan diisi Henderson, Milner, dan Can, untuk menopang trio Coutinho, Firmino, dan Benteke. Coutinho serta Firmino akan menyuplai bola untuk Benteke, yang lebih banyak akan beroperasi di daerah 16 meter lawan.
Sementara dua bek sayap, Clyne dan Moreno, diberi kebebasan untuk overlap hingga daerah lawan demi memberikan crossing untuk Benteke, yang bagus dalam duel udara.

4-1-2-1-2
Formasi 4-1-2-1-2 atau diamond ini adalah formasi yang membawa kesuksesan untuk Liverpool di musim 2013/2014. Sayang ketiadaan Luis Suarez serta cederanya Daniel Sturridge membuat formasi berlian ini tidak jalan musim lalu.
Kini kehadiran Benteke plus Firmino bisa memberikan opsi untuk Rodgers memainkan formasi ini. Firmino bisa dimainkan sebagai second striker untuk menopang Benteke.
Jika Sturridge sudah pulih dan kembali ke performa terbaiknya, maka dia bisa saja diduetkan dengan Benteke.

4-2-3-1
Seperti sebagian besar tim di era modern saat ini, formasi 4-2-3-1 masih jadi andalan karena mengutamakan keseimbangan saat bertahan dan juga menyerang. Double pivot, Milner dan Can, melindungi barisan belakang Liverpool.
Sementara Firmino, Coutinho, dan Henderson mendukung Benteke yang dipasang sebagai lone striker. Opsi lain adalah memainkan Adam Lallana sebagai salah satu trio di belakang Benteke.
Performa oke Lallana selama sesi pramusim juga tidak bisa diacuhkan mengingat dia punya potensi untuk "meledak" setelah musim debut yang mengecewakan.
Untuk posisi double pivot, Henderson pun bisa bertukar dengan Milner karena keduanya punya kebisaan bermain di banyak posisi.

---
Penulis adalah reporter @detiksport dengan akun twitter @reshadeco
(mrp/din)











































