Eden Hazard musim lalu begitu gemilang dan spesial, sehingga Chelsea dengan mudahnya berjaya di Premier League. Namun, musim ini sinar Hazard tampaknya sedang meredup dan The Blues pun kena imbasnya.
Sepanjang musim 2015/2016, Hazard bikin 19 gol dan 13 assist dari 52 penampilan di seluruh kompetisi. Performa itulah yang membuatnya jadi Pemain Terbaik Liga Inggris baik itu menurut kacamata pemain maupun jurnalis.
Sementara, Chelsea juga dibawanya menjadi juara liga dengan menguasai puncak klasemen sejak pekan pertama dan juga memenangi Piala Liga Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari lima pertandingan yang sudah dilaluinya, Hazard yang selalu bermain full cuma bikin satu assist di seluruh kompetisi. Belum ada gol yang dibuat pemain asal Belgia.
Penampilannya pun terbilang jauh di bawah performa standarnya. Tak ada lagi penetrasi dari sisi kiri dan melepaskan tembakan keras ke gawang lawan. Sejalan dengan performa Hazard, Chelsea pun mengawali musim dengan buruk.
Cuma empat poin dari empat pertandingan, Chelsea pun melakoni start terburuk sebagai juara bertahan Premier League dalam 20 tahun terakhir.
Catatan yang mana sudah bikin Jose Mourinho gemas dan mulai mewanti-wanti agar para bintangnya, Hazard, Cesc Fabregas, Nemanja Matic, dan Branislav Ivanovic untuk segera memperbaiki penampilannya. Jika tidak maka bukan tak mungkin mereka akan dicadangkan.
"Jika Anda berada di liga terbaik di dunia, saya rasa mereka harus bertanggung jawab untuk bisa menjaga penampilan seperti musim sebelumnya" ujar Mourinho di Daily Mail.
"Saya tidak ingin menganalisa performa pemain satu per satu. Secara keseluruhan, sulit untuk tampil konsisten ketika beberapa pemain tidak tampil bagus. Ketika Ada enam atau tujuh pemain tampil bagus dan ada tiga atau empat pemain tidak dalam level terbaik, maka sulit untuk tim bisa tampil konsisten," lanjutnya.
"Ketika ada pemain yang tampil fantastis semusim, punya momen fantastis, lalu musim berikutnya menurun. Jika Anda bertanya kepada saya, 'Apakah saya akan menerima ini dan bersabar menunggu performa mereka kembali?'. Tidak."
"Saya harus bekerja, bereaksi, menganalisa, dan jika saya merasa si pemain tidak dalam konsisi yang bagus untuk bereaksi serta tampil oke, maka saya akan menggantinya. Saya tidak pernah memusingkan soal itu," tutup Mourinho.
(mrp/krs)











































