10 Duel Sengit 'Setan Merah' vs 'Si Merah'

Jelang MU vs Liverpool

10 Duel Sengit 'Setan Merah' vs 'Si Merah'

Doni Wahyudi - Sepakbola
Jumat, 11 Sep 2015 10:59 WIB
10 Duel Sengit Setan Merah vs Si Merah
Getty Images
Jakarta -

Terlepas dari kondisi keduanya saat ini, Manchester United dan Liverpool masih jadi klub tersukses di Inggris. Keduanya adalah pengumpul trofi liga terbanyak dan masih jadi klub yang paling sering mengangkat piala di Eropa.

Old Trafford, Sabtu (12/9/2015) malam WIB akan menjadi panggung perhelatan duel MU dengan Liverpool. Itu akan menjadi pertemuan nomor 193 buat keduanya di semua kompetisi, di mana MU sementara unggul 77 kemenangan sementara Liverpool mengumpulkan 64 kemenangan dan 51 laga lainnya berkesudahan imbang.

Dari ratusan pertemuan yang sudah dilakoni kedua tim, beberapa di antaranya masuk dalam buku sejarah dan dikenang dengan sangat baik karena momen-momen hebat yang tercipta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa petarungan klasik 'Setan Merah' dan 'Si Merah' di era Premier League:

MANCHESTER UNITED 2-2 LIVERPOOL (1992)

ist.
Inilah duel pertama MU dan Liverpool di era Premier League, yang dilangsungkan di Old Trafford, Oktober 1992. The Red Devils - tentu saja - berada di bawah arahan Sir ALex Ferguson. Sementara Liverpool dilatih Graeme Souness.

Tim tamu sepertinya akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut setelah mampu unggul 2-0 lewat gol-gol yang dilesakkan Don Hutchison dan Ian Rush. Tapi 'Setan Merah' menunjukkan keuletannya dan bisa melakukan comeback, hal mana menjadi trade mark mereka di dekade tersebut.

Dengan pertandingan tersisa 12 menit untuk menyamakan kedudukan, MU ternyata berhasil terhindar dari kekalahan. Mark Hughes membuka gol tuan rumah dengan tendangan lobnya. Hughes kemudian memberikan assist untuk Ryan Giggs untuk mencetak gol kedua di menit terakhir pertandingan.

"Kami tidak bermain dengan baik dan mungkin kami tidak layak dapat poin," sahut Fergie usai pertandingan.

LIVERPOOL 3-3 MANCHESTER UNITED (1994)

Getty Images
Bukan cuma MU saja yang bisa melakukan comeback. Di musim 1993/1994 The Reds menorehkan salah satu kisah comeback terbaik di Premier League.

Bertamu ke Anfield, MU bisa unggul 3-0 melalui gol-gol yang dilesakkan Steve Bruce, Ryan Giggs dan Denis Irwin. Tapi tuan rumah kemudian bangkit dan mencetak dua gol melalui Nigel Clough sebelum turun minum.

Tuan rumah harus menunggu lama untuk bisa mencetak gol penyama. Skor baru berubah jadi 3-3 saat pertandingan tinggal tersisa 11 menit. Menjadi pahlawan Liverpool saat itu adalah Neil Ruddock.

"Seperempat pertama pertandingan adalah mimpi buruk buat kami...Saat kami bisa kembali ke kedudukan 3-2, Anda bisa merasakan kalau penonton tahu sesuatu yang spesial akan terjadi. Itu benar-benar malam yang luar biasa. Atmosfernya menegangkan. Pada akhirnya itu membuat Anda merinding," kenang Jamie Redknapp.

MANCHESTER UNITED 2-2 LIVERPOOL (1995)

Getty Images
Perjamuan terhadap Liverpool jadi laga spesial untuk MU karena menandai kembalinya Eric Cantona kembali dari periode hukuman selama delapan bulan.

Cantona langsung menunjukkan pengaruh besarnya untuk MU, di mana pada menit 67 dia mengirim crossing yang dituntaskan jadi gol oleh Nicky Butt. Tapi dua gol Robbie Fowler di masing-masing babak membuat Old Trafford tertunduk.

Namun kemenangan Liverpool batal setelah Redknapp dianggap melanggar Ryan Giggs di kotak penalti. Cantona yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sempurna dan membuat laga tuntas dengan 2-2.

"Saya pikir Cantona lolos tes tapi tidak dengan wasitnya. Kami layak dapat lebih dibanding yang akhirnya kami raih. Kami kehilangan dua poin atas keputusan yang ceroboh," ketus manajer Roy Evans usai pertandingan.

LIVERPOOL 2-3 MANCHESTER UNITED (1999)

Getty Images
Pertemuan Liverpool dengan MU di tahun 1999 ini jadi salah satu pertandingan terburuk Jamie Carragher sepanjang kariernya. Saat harus berhadapan dengan klub yang dianggap sebagai musuh terbesar, Carragher malah membuat dua gol bunuh diri.

Belum tiga menit pertandingan berjalan tandukan Carragher memperdaya kipernya sendiri, Sander Westerveld. Tim tamu kemudian menambah keunggulan saat Andy Cole menyambar umpan tendangan bebas David Beckham.

Tendangan bebas Sami Hyypia yang gagal digapai Massimo Taibi sempat membuat Liverpool memperkecil ketinggalannya. Tapi 'Setan Merah' kembali menjaga jarak setelah tendangan bebas Beckham kembali diteruskan menjadi gol bunuh diri oleh Carragher.

Sebuah gol balasan dari Patrik Berger dan kartu kuning kedua yang didapat Cole sempat mencuatkan harapan Liverpool untuk bisa menyamakan kedudukan. Tapi skor 2-3 untuk keunggulan tim tamu bertahan sampai laga tuntas.

MANCHESTER UNITED 1-0 LIVERPOOL (2006)

Getty Images
Di Old Trafford MU kembali mencetak gol di menit-menit akhir jelang laga tuntas ke gawang Liverpool. Kali ini giliran Rio Ferdinand yang melakukannya, saat tandukannya memberi tuan rumah kemenangan 1-0.

Chelsea jadi juara di musim ini, namun laga MU dengan Liverpool menjadi panas lantaran perayaan gol yang dilakukan Gary Neville. Dia berlari separuh lapangan lebih untuk merayakan gol rekannya di depan tribun pendukung Liverpool. Aksi Neville tersebut jadi kontroversi.

"Saya akan minta maaf kalau saya berlari menuju pemain mereka (Liverpool) dan mencoba meremehkan lawan, tapi inilah perayaan gol," sahut Neville pada The Times ketika itu.

"Saya pikir ada batasan dalam hal itu dan Neville sudah melewatinya. Saya banyak mendengar orang membenarkan hal itu karena Neville dapat banyak serangan dari fans kami, tapi kenyataannya adalah dia mendapatkan itu semua karena melakukan itu selama bertahun-tahun," balas Carragher.

LIVERPOOL 2-1 MANCHESTER UNITED (2008)

Getty Images
Kalau ada momen yang layak dibanggakan Ryan Babel dari periode buruknya di Liverpool, maka laga dengan Manchester United di tahun 2008 layak berada di posisi teratas. Dia mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan untuk memberi The Reds kemenangan.

Gol tersebut diawali keberhasilan Javier Mascherano merebut bola dari Ryan Giggs. Babel lantas menjebol gawang MU setelah dapat umpan dari Dirk Kuyt. Rafael Benitez pun mendapat kemenangan pertamanya atas 'Setan Merah' dalam laga di mana dia tak memainkan Fernando Torres dan Steven Gerrard.

MU lebih dulu unggul dalam pertandingan itu melalui gol yang dibuat Carlos Tevez. Liverpool menyamakan kedudukan saat upaya Edvin van Der Sar menghalau bola justru mengenai Wes Brown dan memantul masuk ke gawang.

Tim tamu menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain setelah Nemanja Vidic dapat kartu merah di menit 90.

MANCHESTER UNITED 1-4 LIVERPOOL (2009)

Getty Images
Inilah salah satu kemenangan paling gemilang yang didapat Liverpool di Old Trafford setelah era Premier League bergulir. MU ketika itu berstatus juara bertahan dan tengah berada di puncak klasemen, tapi ternyata harus menelan kekalahan telak dengan skor 1-4.

MU lebih dulu unggul setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol melalui titik penalti, tapi The Reds cuma butuh waktu lima menit untuk menyamakan kedudukan melalui Fernando Torres. Sebelum turun minum penalti Gerrard membawa tim tamu balik unggul.

Di tengah babak kedua Vidic dapat kartu merah. Di sisa pertandingan Liverpool berhasil menambah dua gol lagi. Yang pertama dari tendangan bebas Fabio Aurelio, dan ditutup dengan sebuah gol cantik saat tendangan lob Andrea Dossena memperdaya Edwin van der Sar.

"Saya pikir kami tim yang lebih baik, tapi skor akhirnya tidak menunjukkan seperti itu," sahut Ferguson usai pertandingan.

MANCHESTER UNITED 3-2 LIVERPOOL (2010)

Getty Images
Dimitar Berbatov jadi bintang dalam laga yang dilangsungkan di awal musim 2010/2011 ini dengan tiga golnya. Setelah dua musim yang biasa saja di MU, striker asal Bulgaria itu jadi predator gol yang menakutkan dengan mencetak empat gol di lima pertandingan pertama musim ini.

Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Berbatov memecah kebuntuan dengan golnya di menit 42 dan pada menit 59. Liverpool bangkit menyamakan kedudukan melalui dya gol Gerrard di menit 64 (penalti) dan 70.

Berbatov menyempurnakan penampilannya dalam laga itu dengan hat-trick yang dia lesakkan enam menit sebelum laga tuntas.

LIVERPOOL 3-1 MANCHESTER UNITED 2011

Getty Images
Dirk Kuyt dan Luis Suarez jadi mimpi buruk MU saat kedua tim berhadapan di Anfield. Kuyt menjadi pemain Liverpool pertama setelah Peter Beardsley di 1990 yang mencetak tiga gol ke gawang The Red Devils. Sementara Suarez ikut terlibat dalam proses terciptanya gol tersebut.

Skuat besutan Sir Alex Ferguson tak terkalahkan di 23 pertandingan pertama Premier League, tapi lawatan ke Anfield merupakan pertandingan away ketiga mereka dalam sebulan, dan yang kedua secara beruntun dalam sepekan.

Kuyt mencetak gol-golnya di menit 34, 39 dan 65. Sementara gol tunggal MU dibuat Javier Hernandez di menit kedua injury time.

MANCHESTER UNITED 0-3 LIVERPOOL (2014)

Getty Images
Ada banyak kenangan buruk didapat MU dan suporternya saat David Moyes bertugas di sana. Salah satu yang terburuk adalah saat kalah 0-3 dari Liverpool di Old Trafford.

Liverpool tampil dominan di awal pertandingan, sampai akhirnya Rafael menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti. Gerrard membuka keunggulan timnya lewat eksekusi dari titik putih.

Tak lama setelah babak kedua dimulai Phil Jones dengan cerobih melanggar Joe Allen di dalam kotak penalti. Lewat cara yang sama Gerrard memberi Liverpool gol kedua.

Gerrard punya kans membuat hat-trick penalti dalam laga itu saat Nemaja Vidic melanggar Daniel Sturridge, yang membuat sang bek diusir keluar lapangan. Tapi Gerrard memberikannya pada Suarez. Gol tersebut memberi Liverpool kemenangan 3-0.

"Ini mimpi buruk. Ini salah satu hari terburuk yang pernah saya alami di sepakbola," ucap Wayne Rooney usai pertandingan.

Halaman 2 dari 11
Inilah duel pertama MU dan Liverpool di era Premier League, yang dilangsungkan di Old Trafford, Oktober 1992. The Red Devils - tentu saja - berada di bawah arahan Sir ALex Ferguson. Sementara Liverpool dilatih Graeme Souness.

Tim tamu sepertinya akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan tersebut setelah mampu unggul 2-0 lewat gol-gol yang dilesakkan Don Hutchison dan Ian Rush. Tapi 'Setan Merah' menunjukkan keuletannya dan bisa melakukan comeback, hal mana menjadi trade mark mereka di dekade tersebut.

Dengan pertandingan tersisa 12 menit untuk menyamakan kedudukan, MU ternyata berhasil terhindar dari kekalahan. Mark Hughes membuka gol tuan rumah dengan tendangan lobnya. Hughes kemudian memberikan assist untuk Ryan Giggs untuk mencetak gol kedua di menit terakhir pertandingan.

"Kami tidak bermain dengan baik dan mungkin kami tidak layak dapat poin," sahut Fergie usai pertandingan.

Bukan cuma MU saja yang bisa melakukan comeback. Di musim 1993/1994 The Reds menorehkan salah satu kisah comeback terbaik di Premier League.

Bertamu ke Anfield, MU bisa unggul 3-0 melalui gol-gol yang dilesakkan Steve Bruce, Ryan Giggs dan Denis Irwin. Tapi tuan rumah kemudian bangkit dan mencetak dua gol melalui Nigel Clough sebelum turun minum.

Tuan rumah harus menunggu lama untuk bisa mencetak gol penyama. Skor baru berubah jadi 3-3 saat pertandingan tinggal tersisa 11 menit. Menjadi pahlawan Liverpool saat itu adalah Neil Ruddock.

"Seperempat pertama pertandingan adalah mimpi buruk buat kami...Saat kami bisa kembali ke kedudukan 3-2, Anda bisa merasakan kalau penonton tahu sesuatu yang spesial akan terjadi. Itu benar-benar malam yang luar biasa. Atmosfernya menegangkan. Pada akhirnya itu membuat Anda merinding," kenang Jamie Redknapp.

Perjamuan terhadap Liverpool jadi laga spesial untuk MU karena menandai kembalinya Eric Cantona kembali dari periode hukuman selama delapan bulan.

Cantona langsung menunjukkan pengaruh besarnya untuk MU, di mana pada menit 67 dia mengirim crossing yang dituntaskan jadi gol oleh Nicky Butt. Tapi dua gol Robbie Fowler di masing-masing babak membuat Old Trafford tertunduk.

Namun kemenangan Liverpool batal setelah Redknapp dianggap melanggar Ryan Giggs di kotak penalti. Cantona yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sempurna dan membuat laga tuntas dengan 2-2.

"Saya pikir Cantona lolos tes tapi tidak dengan wasitnya. Kami layak dapat lebih dibanding yang akhirnya kami raih. Kami kehilangan dua poin atas keputusan yang ceroboh," ketus manajer Roy Evans usai pertandingan.

Pertemuan Liverpool dengan MU di tahun 1999 ini jadi salah satu pertandingan terburuk Jamie Carragher sepanjang kariernya. Saat harus berhadapan dengan klub yang dianggap sebagai musuh terbesar, Carragher malah membuat dua gol bunuh diri.

Belum tiga menit pertandingan berjalan tandukan Carragher memperdaya kipernya sendiri, Sander Westerveld. Tim tamu kemudian menambah keunggulan saat Andy Cole menyambar umpan tendangan bebas David Beckham.

Tendangan bebas Sami Hyypia yang gagal digapai Massimo Taibi sempat membuat Liverpool memperkecil ketinggalannya. Tapi 'Setan Merah' kembali menjaga jarak setelah tendangan bebas Beckham kembali diteruskan menjadi gol bunuh diri oleh Carragher.

Sebuah gol balasan dari Patrik Berger dan kartu kuning kedua yang didapat Cole sempat mencuatkan harapan Liverpool untuk bisa menyamakan kedudukan. Tapi skor 2-3 untuk keunggulan tim tamu bertahan sampai laga tuntas.

Di Old Trafford MU kembali mencetak gol di menit-menit akhir jelang laga tuntas ke gawang Liverpool. Kali ini giliran Rio Ferdinand yang melakukannya, saat tandukannya memberi tuan rumah kemenangan 1-0.

Chelsea jadi juara di musim ini, namun laga MU dengan Liverpool menjadi panas lantaran perayaan gol yang dilakukan Gary Neville. Dia berlari separuh lapangan lebih untuk merayakan gol rekannya di depan tribun pendukung Liverpool. Aksi Neville tersebut jadi kontroversi.

"Saya akan minta maaf kalau saya berlari menuju pemain mereka (Liverpool) dan mencoba meremehkan lawan, tapi inilah perayaan gol," sahut Neville pada The Times ketika itu.

"Saya pikir ada batasan dalam hal itu dan Neville sudah melewatinya. Saya banyak mendengar orang membenarkan hal itu karena Neville dapat banyak serangan dari fans kami, tapi kenyataannya adalah dia mendapatkan itu semua karena melakukan itu selama bertahun-tahun," balas Carragher.

Kalau ada momen yang layak dibanggakan Ryan Babel dari periode buruknya di Liverpool, maka laga dengan Manchester United di tahun 2008 layak berada di posisi teratas. Dia mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan untuk memberi The Reds kemenangan.

Gol tersebut diawali keberhasilan Javier Mascherano merebut bola dari Ryan Giggs. Babel lantas menjebol gawang MU setelah dapat umpan dari Dirk Kuyt. Rafael Benitez pun mendapat kemenangan pertamanya atas 'Setan Merah' dalam laga di mana dia tak memainkan Fernando Torres dan Steven Gerrard.

MU lebih dulu unggul dalam pertandingan itu melalui gol yang dibuat Carlos Tevez. Liverpool menyamakan kedudukan saat upaya Edvin van Der Sar menghalau bola justru mengenai Wes Brown dan memantul masuk ke gawang.

Tim tamu menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain setelah Nemanja Vidic dapat kartu merah di menit 90.

Inilah salah satu kemenangan paling gemilang yang didapat Liverpool di Old Trafford setelah era Premier League bergulir. MU ketika itu berstatus juara bertahan dan tengah berada di puncak klasemen, tapi ternyata harus menelan kekalahan telak dengan skor 1-4.

MU lebih dulu unggul setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol melalui titik penalti, tapi The Reds cuma butuh waktu lima menit untuk menyamakan kedudukan melalui Fernando Torres. Sebelum turun minum penalti Gerrard membawa tim tamu balik unggul.

Di tengah babak kedua Vidic dapat kartu merah. Di sisa pertandingan Liverpool berhasil menambah dua gol lagi. Yang pertama dari tendangan bebas Fabio Aurelio, dan ditutup dengan sebuah gol cantik saat tendangan lob Andrea Dossena memperdaya Edwin van der Sar.

"Saya pikir kami tim yang lebih baik, tapi skor akhirnya tidak menunjukkan seperti itu," sahut Ferguson usai pertandingan.

Dimitar Berbatov jadi bintang dalam laga yang dilangsungkan di awal musim 2010/2011 ini dengan tiga golnya. Setelah dua musim yang biasa saja di MU, striker asal Bulgaria itu jadi predator gol yang menakutkan dengan mencetak empat gol di lima pertandingan pertama musim ini.

Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Berbatov memecah kebuntuan dengan golnya di menit 42 dan pada menit 59. Liverpool bangkit menyamakan kedudukan melalui dya gol Gerrard di menit 64 (penalti) dan 70.

Berbatov menyempurnakan penampilannya dalam laga itu dengan hat-trick yang dia lesakkan enam menit sebelum laga tuntas.

Dirk Kuyt dan Luis Suarez jadi mimpi buruk MU saat kedua tim berhadapan di Anfield. Kuyt menjadi pemain Liverpool pertama setelah Peter Beardsley di 1990 yang mencetak tiga gol ke gawang The Red Devils. Sementara Suarez ikut terlibat dalam proses terciptanya gol tersebut.

Skuat besutan Sir Alex Ferguson tak terkalahkan di 23 pertandingan pertama Premier League, tapi lawatan ke Anfield merupakan pertandingan away ketiga mereka dalam sebulan, dan yang kedua secara beruntun dalam sepekan.

Kuyt mencetak gol-golnya di menit 34, 39 dan 65. Sementara gol tunggal MU dibuat Javier Hernandez di menit kedua injury time.

Ada banyak kenangan buruk didapat MU dan suporternya saat David Moyes bertugas di sana. Salah satu yang terburuk adalah saat kalah 0-3 dari Liverpool di Old Trafford.

Liverpool tampil dominan di awal pertandingan, sampai akhirnya Rafael menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti. Gerrard membuka keunggulan timnya lewat eksekusi dari titik putih.

Tak lama setelah babak kedua dimulai Phil Jones dengan cerobih melanggar Joe Allen di dalam kotak penalti. Lewat cara yang sama Gerrard memberi Liverpool gol kedua.

Gerrard punya kans membuat hat-trick penalti dalam laga itu saat Nemaja Vidic melanggar Daniel Sturridge, yang membuat sang bek diusir keluar lapangan. Tapi Gerrard memberikannya pada Suarez. Gol tersebut memberi Liverpool kemenangan 3-0.

"Ini mimpi buruk. Ini salah satu hari terburuk yang pernah saya alami di sepakbola," ucap Wayne Rooney usai pertandingan.

(din/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads