Demi Meringankan Langkah Rodgers

Jelang Piala Liga Inggris

Demi Meringankan Langkah Rodgers

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 23 Sep 2015 14:21 WIB
Demi Meringankan Langkah Rodgers
AFP/MEHDI FEDOUACH
Liverpool -

Sosok manajer lazimnya dapat tekanan paling dulu ketika performa timnya tak oke. Dan tekanan terhadap Manajer Liverpool Brendan Rodgers kini sudah sedemikian besar.

Rodgers menangani Liverpool sejak bulan Juni 2012 usai didatangkan dari Swansea City. Per 20 September ini pria 42 tahun itu sudah menjalani 162 pertandingan sebagai peracik taktik The Reds dengan rincian hasil 82 kemenangan, 38 seri, dan 42 kali kalah. Pada periode tersebut juga belum ada trofi yang berhasil dipersembahkan Rodgers untuk Liverpool.

Pada musim 2013-14 Rodgers sempat membuat Liverpool berada di garis terdepan dalam perebutan juara Premier League walaupun akhirnya harus puas jadi runner-up. Hal itu gagal diulangi musim lalu dengan 'Si Merah' cuma finis keenam, plus kandas di semifinal Piala FA dan Piala Liga Inggris, fase grup Liga Champions, dan babak 32 besar Liga Europa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"... Rodgers sudah menjadi manajer pertama Liverpool selepas era 1950-an yang tidak mampu memenangi satu trofi pun dalam tiga musim pertamanya," sebut BBC pada April lalu.

Harapan baru lahir seiring dengan aktifnya Liverpool di bursa transfer musim panas ini, walaupun beserta itu ada pula tuntutan yang mengiringi. Liverpool kemudian juga memperlihatkan start menjanjikan berkat kemenangan di dua laga awal di Premier League, tetapi setelah itu malah tak pernah lagi mengakrabi kemenangan di lima pertandingan (4 di Premier League dan 1 di Liga Champions) sampai sekarang.

Para Liverpudlians sudah jelas-jelas menyuarakan ketidakpuasan lewat koor cibiran pada partai teranyar lalu, yang dihelat di Anfield, ketika tim kesayangannya berimbang 1-1 dengan Norwich. Dampaknya, kelayakan Rodgers bertahan pun mulai dipertanyakan.

Pun demikian, Dietmar Hamann yang merupakan mantan pemain Liverpool memprediksi bekas klubnya itu akan terus mempertahankan Rodgers. Jika Liverpool memang ingin mengganti manajer maka klub sudah akan melakukannya saat musim habis dan bukannya saat musim baru berjalan.

"Mereka memutuskan untuk bertahan dengan manajer ini, yang bukanlah masalah buat saya, dan masih terlalu dini (memecatnya)," ucap Hamann dalam acara Colin Murray yang dilansir talkSPORT.

"Saya pikir tidak akan ada keputusan terkait hal itu sampai dengan Natal. Sederhana saja, Anda sekarang harus bertahan dengan manajer yang ada karena jika ingin melakukan perubahan maka lebih baik melakukannya di musim panas, bukan setelah lima pertandingan," lanjutnya.

Dalam hal ini Hamann juga membela Rodgers. Menurutnya performa tak apik Liverpool bukanlah semata-mata kealpaan si manajer. Para pemain yang ia rekrut pun turut andil di dalamnya.

"Para pemain ini sudah didatangkannya selama 2-3 musim terakhir dan sekarang adalah waktu buat mereka untuk memperlihatkan kenapa mereka direkrut ke Liverpool. Tentu saja manajer senantiasa jadi yang pertama dalam tekanan dan pada akhirnya kehilangan pekerjaan jika situasi tidak membaik, tapi pemain-lah yang harus unjuk gigi dan ambil tanggung jawab," tegasnya.

Kamis (24/9/2015) dinihari WIB nanti Liverpool akan menjamu Carlisle United dalam partai babak ketiga Piala Liga Inggris. Beberapa hari kemudian Christian Benteke cs bakal kembali terlibat laga kandang dengan menjamu Aston Villa di Anfield.

Kemenangan pada tengah pekan, demi mengakhiri rentetan tanpa kemenangan, bukan cuma amat dinantikan Liverpudlians. Rodgers pun niscaya berharap demikian agar langkahnya ke depan dapat menjadi lebih ringan, alih-alih digelayuti beban dari besarnya tekanan seperti sekarang.

(krs/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads