Dele Alli, Senjata Lain Tottenham Hotspur

Dele Alli, Senjata Lain Tottenham Hotspur

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 16 Okt 2015 13:29 WIB
Dele Alli, Senjata Lain Tottenham Hotspur
AFP/GEOFF CADDICK
London -

Jelang duel dengan Liverpool, Tottenham Hotspur punya satu pemain yang masih sangat muda namun mulai diandalkan. Dia adalah Dele Alli.

Musim lalu Harry Kane mengambil panggung di Spurs setelah mencetak 21 gol dari 34 penampilan di Premier League. Musim ini ada Alli yang berpeluang mengikuti jejak rekan setimnya tersebut.

Alli mungkin tak akan mencetak gol sebanyak Kane, mengingat posisinya adalah gelandang. Namun dia memegang peran yang tak bisa diremehkan di lini tengah Spurs. Mendapatkan peran sebagai gelandang Box to Box dalam formasi 4-2-3-1 yang diusung Mauricio Pochettino, Alli jadi kepingan penting untuk menjaga keseimbangan Lily Whites.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gelandang Box to Box, tugasnya antara lain adalah memotong serangan lawan, melakukan tekel-tekel penting di area pertahanan, melakukan gerakan sokongan dari lini kedua saat menyerang, juga turut memulai serangan saat tim mendapatkan bola. Sejauh ini, tugas-tugas itu bisa diembannya dengan cukup baik.

Dia sudah tampil di tujuh dari delapan laga Spurs, mencetak satu gol dalam rentang itu. Dia menjalani debut saat Spurs takluk 0-1 dari Manchester United di laga pertama Spurs musim ini. Kala itu Alli tampil selama 13 sebagai pengganti Eric Dier.

Sempat dicadangkan di laga berikutnya, Alli lantas kembali tampil saat Spurs menghadapi Leicester. Masuk di menit ke-65, dia mencetak gol di menit ke-81 untuk membawa timnya memimpin kendati akhirnya harus puas dengan skor imbang 1-1. Itu adalah gol pertamanya untuk Spurs.

Sejak saat itu, Alli belum pernah lagi absen. Setelah kembali jadi pemain pengganti di laga melawan Everton, Alli selanjutnya selalu diturunkan sebagai starter. Dimulai saat Spurs menghadapi Sunderland di mana dia tampil selama 67 menit. Setelah itu, Alli tampil penuh menghadapi Crystal Palace, Manchester City, dan Swansea City.

Alli bisa dikatakan turut berperan dalam laju impresif Spurs sejauh ini. Mereka sudah tak terkalahkan lagi sejak ditaklukkan MU di laga pertama. Tujuh partai dilalui, empat berakhir imbang dan tiga berujung kemenangan. Alli sendiri ambil bagian di enam yang terakhir dari tujuh laga tersebut.

Whoscored mencatat Alli sebagai salah satu penampil terbaik di skuat Spurs saat ini. Di liga, dia punya ponten 7,05 dan menempati urutan enam pemain terbaik tim sejauh ini. Dia cuma kalah dari Christian Eriksen, Danny Rose, Eric Dier, Jan Vertonghen, dan Son Heung-Min.



(Getty Images Sport/Julian Finney)

Performa apiknya bersama Spurs lantas membawanya ke tim nasional senior Inggris. Untuk kali pertama dia dipanggil memperkuat tim senior di laga kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Estonia dan Lithuania. Manajer Inggris Roy Hodgson kemudian mempercayainya menjalani debut saat melawan Estonia sebagai pemain pengganti. Alli kembali tampil sebagai pengganti saat Inggris menghadapi Lithuania.

Manajer MK Dons yang memoles Alli, Karl Robinson, percaya Alli punya segala yang dibutuhkan untuk menjadi bintang. Satu hal yang disorotinya adalah kemauan keras Alli dan sikap rendah hatinya.

"Satu hal soal Dele adalah, jika dia harus berlari 10 mil maka dia akan melakukannya. Dan jika dia harus berlari 100 mil, dia juga akan melakukannya untuk sukses. Dan saya rasa itu adalah komponen kunci yang sesungguhnya," kata Robinson dalam sebuah wawancara dengan Daily Mail.

"Dia akan melaju sejauh mungkin, untuk meraih sukses pada kariernya. Dia telah menjaga dirinya dengan luar biasa baik dan orang-orang baik layak meraih sukses."

"Saya rasa cukup ada orang-orang bodoh meraih sukses, tapi dia adalah orang yang baik dan itu berarti sangat besar untuk saya. Dia dianugerahi talenta, hati yang besar, dan kecerdasan sepakbola juga untuk seseorang yang sangat muda di usia 19 tahun, itu menakjubkan," tambah Robinson.

Akhir pekan ini, Alli akan kembali diandalkan Spurs saat menjamu Liverpool di White Hart Lane, Sabtu (17/10/2015) malam WIB. Tenaganya kemungkinan besar kian dibutuhkan tim mengingat absennya Son karena cedera.

Pochettino bisa memanfaatkan agresivitas Alli untuk memberikan tekanan kepada Liverpool. Statistik menunjukkan dia punya rata-rata intersepsi 2,7 per laga, dengan rataan 2,9 tekel. Keberadaan Alli bakal penting jika Spurs menerapkan gaya pressing ketat.

Di lain isi, boleh jadi ada semangat ekstra dalam diri Alli di laga ini. Sebabnya tak lain karena dia adalah seorang penggemar Liverpool, dan secara khusus mengidolakan Steven Gerrard yang merupakan legenda hidup 'Si Merah'.

Soal sosok idolanya sendiri, Alli diyakini bisa mencapai level Gerrard dan menjadi penerus di timnas Inggris masa depan. Tak cuma karena posisi bermainnya sama, Alli dinilai punya kemampuan teknis dan fisik yang serupa dengan Gerrard.

"Gerrard adalah sebuah pengaruh besar atas alasan kenapa saya mendukung Liverpool," ujar Alli seperti dikutip BBC.



(raw/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads