Origi sempat mejan dalam sepuluh pertandingan awalnya bersama Liverpool. Dia pun lebih sering dicadangkan ketimbang tampil bersama tim. Setelah menunjukkan penampilan sip dengan membuat tiga gol saat Liverpool menggilas Southampton 6-1 di perempatfinal Piala Liga Inggris pada 3 Desember, Orogi berhasil meneruskan kontribusinya.
Satu gol lain dibuat pemain 20 tahun itu saat The Reds menghadapi West Bromwich Albion dalam lanjutan Premier League pada 13 Desember. Gol pada injury time yang dibuatnya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa saya akan membutuhkan sekian waktu untuk beradaptasi dengan gaya dan kompetisi yang baru, tapi sekarang saya sudah mampu menunjukkan kualitas saya," kata Origi yang sebelumnya bermain untuk klub Prancis, Lille, seperti dikutip Daily Star.
"Saya mempunyai harapan besar terhadap diri saya sendiri dan saya sedikit frustasi karena kerja keras dan pertandingan tak berjalan seperti yang saya inginkan, sulit rasanya mencetak gol. Secara mental saya jadikan pemicu semangat saja.
"Ketika saya bergabung dengan tim ini, saya tahu dengan jelas seperti apa harapan publik kepada saya--menjadi seorang pemain top. Tapi saat ini masih banyak pemain top di dalam tim, jadi itu sulit. Saya tak perlu menanyakan banyak hal kepada diri saya sendiri tapi hanya perlu selalu antusias dalam menyambut setiap pertandingan dan percaya diri.
"Saya gembira setiap kali dipanggil oleh manajer. Saya siap tampil habis-habisan. Saya menunjukkannya pada pertandingan terakhir. Ya, saya hanya perlu memberikan segalanya dan pelatihlah yang membuat keputusan. Manajer sudah mengenal saya sejak lama dan saya akan mencoba untuk menunjukkan kualitas dalam sistem ini," ucap pemain internasional Belgia itu.
(fem/cas)











































