Setelah menunggu cukup lama, Stoke City akhirnya merasakan "sihir" Xherdan Shaqiri. Tapi The Potters tak ingin sihir Shaqiri cuma muncul sesaat, karena sihir itu dibutuhkan hingga akhir musim ini.
Dibeli dengan banderol 12,5 juta poundsterling dari Inter Milan musim panas lalu, Shaqiri tak langsung unjuk aksi untuk Stoke. Pemain asal Swiss itu seperti kesulitan untuk memperlihatkan permainan terbaiknya.
Sedari awal musim, Shaqiri cuma menyumbang tiga assist dan rata-rata dia hanya mendapat nilai 6,95 dari situs penyedia jasa statistik Whoscored. Sebagai gelandang serang, capaian Shaqiri boleh dibilang tidak istimewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar jika kedatangan Shaqiri dipertanyakan oleh sebagian fans Stoke, yang merasa pemain 24 tahun itu belum mampu memenuhi ekspektasi publik.
Namun, Shaqiri akhirnya memberi jawaban ketika dia tampil impresif saat Stoke memenangi drama tujuh gol di Goodison Park semalam. Dua gol disumbangkan Shaqiri untuk membawa Stoke menang dengan skor 4-3.
Gol keduanya terbilang cantik di mana dia menuntaskan umpan terobosan Geoff Cameron dengan sepakan lob ke tiang jauh gawang Everton. Tim Howard pun hanya bisa terpaku melihat gawangnya kebobolan.
Bagi manajer Stoke, Mark Hughes, itu adalah performa terbaik Shaqiri sejak berseragam Stoke. Meski demikian, Hughes mewanti-wanti untuk Shaqiri bisa tampil konsisten di sisa musim ini.
"Memang butuh waktu untuk memahami apa saja yang diperlukan untuk tampil di Premier League. Tidak peduli di level mana Anda bermain, Premier League itu sebuah tantangan besar," ujar Hughes kepada BBC.
"Yang kurang dari Shaqiri hingga saat ini adalah gol. Performanya oke, tapi kini dia menambahnya dengan gol," sambungnya.
"Dia punya kualitas bagus. Ini adalah kali pertamanya dia bikin gol dan saya yakin akan datang gol-gol lagi darinya."
(mrp/rin)










































