Sepanjang 2015 lalu John Obi Mikel seperti cuma jadi pelengkap saja di Chelsea. Momen pergantian tahun, dan manajer, tampak memberinya angin segar.
Pada tahun lalu gelandang Nigeria 28 tahun itu sama sekali tidak pernah tampil di dua pertandingan Chelsea secara berturut-turut. Masa depannya di Stamford Bridge pun beberapa kali dispekulasikan.
Akan tetapi, pergantian manajer di Chelsea--dengan Jose Mourinho keluar lalu digantikan Guus Hiddink--sepertinya membuat peruntungan Mikel berubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada formasi serupa Mikel kemudian jadi pilihan lagi dalam partai pertama Chelsea di 2016, kali ini bersama Cesc Fabregas di depan barisan bertahan Chelsea, dalam kemenangan 3-0 di markas Crystal Palace.
Kombinasi Mikel dengan Fabregas tersebut berjalan oke sekali buat Chelsea. Dari tengah Fabregas terus mengalirkan bola-bola ke depan, dengan Mikel melakukan "pekerjaan kotor" sisanya untuk jadi penyeimbang.

[Heatmap Obi Mikel lawan Palace (BBC)]
"Saya tidak pernah melihat John Obi Mikel bermain sebagus itu. Ia menguasai area tersebut," puji analis Sky Sports Grame Souness.
Peran yang dijalani Mikel tersebut sejatinya sudah dijalani dengan sedemikian baik oleh Matic di masa lalu, yang gagal mengulanginya pada musim ini. Mikel pun jadi solusi.
"Ia bermain amat bagus, tapi di laga sebelumnya pun sama bagusnya. Ia merupakan pemain ideal dalam opsi saya untuk membawakan keseimbangan buat tim. Kalau tim tidak bisa bertahan dengan baik, atau tidak punya keseimbangan tepat, tentu akan kebobolan banyak gol. Saya pikir John Obi bisa menjadi salah satu figur kunci dalam menghadirkan kembali keseimbangan tersebut," ucap Hiddink di Sky Sports.
"Ia membaca permainan dengan amat baik, ia tahu di mana kekuatan lawan dan bagaimana cara menghadapinya. Ia punya naluri yang amat baik, ia tidak melakukannya dengan cara brutal, ia amatlah elegan. Seseorang yang bisa bertahan semulus itu amatlah mengesankan," tuturnya.
Sebagai catatan, Sky Sports menyebut bahwa pada saat Hiddink sempat menangani Chelsea tahun 2009 lalu, Mikel juga jadi andalan. Dari 23 pertandingan peracik taktik Belanda itu, Mikel mengawali 16 pertandingan di antaranya. Chelsea memenangi 14 partai di antaranya, termasuk final Piala FA, dan seri dalam dua laga lainnya saat Mikel bermain. Artinya, Mikel belum terkalahkan di bawah arahan Hiddink yang sangat mungkin akan terus menjadikannya sebagai andalan di atas lapangan permainan.
"Atmosfernya sekarang sudah sedikit berubah dan para pemain sekarang jadi lebih rileks," kata Mikel usai pertandingan yang turut disemarakkan elu-eluan para suporter Chelsea dalam menyanyikan namanya.
Ohhh John Obi Mikel! pic.twitter.com/ykrNtwryWs
β Uber Chelsea FC (@UberCheIseaFC) January 3, 2016Β











































