Juergen Klopp dan perayaan yang heboh (atau penuh hasrat dan semangat, tergantung bagaimana Anda menilainya) adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Saking hebohnya, kacamata Klopp berulang kali rusak.
Klopp sering terlihat melompat sembari mengepalkan tangannya di pinggir lapangan tiap kali timnya mencetak gol. Dalam beberapa kesempatan, ia juga pernah berlari menghampiri pemainnya yang sedang merayakan gol di pinggir lapangan. Ini sering ia lakukan ketika di Borussia Dortmund dulu ataupun di Liverpool sekarang.
Sabtu (23/1/2016), emosi Klopp dibuat turun-naik oleh timnya sendiri. Pertama, ia tampak kesal lantaran timnya tertinggal 1-3 dari sang lawan Norwich. Lalu, ia terlihat semringah ketika anak-anak asuhnya berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-3. Tak ada yang salah, sampai kemudian pertandingan memasuki injury time.
Klopp geram. Kamera menangkap dirinya duduk di bench dengan wajah kesal. Alisnya mengerucut, mulutnya tampak komat-kamit seolah-olah ia sedang protes kepada sosok tak terlihat. Entah apa yang ia ucapkan. Namun, sesungguhnya ia sedang menyuarakan rasa sebalnya atas gol yang baru saja terjadi.
Yang Klopp belum ketahui ketika itu, tidak lama setelahnya, anak-anaknya buahnya berhasil membangun serangan dan mencetak gol kembali. Tepat ketika injury time memasuki menit kelima, sebuah umpan silang ke dalam kotak penalti Norwich gagal dihalau dengan sempurna. Adam Lallana, yang saat itu berada di dalam boks, langsung menyepak bola dan terciptalah gol kelima Liverpool.
Meledaklah emosi Klopp. Dari yang tadinya geram bukan main menjadi senang bukan main. Di saat-saat kritis, timnya sukses meraih tiga poin. Ia pun berlari meninggalkan tempat duduknya dan ikut merayakan gol tersebut bersama para pemainnya --termasuk Lallana.
Saking serunya merayakan gol, kacamata Klopp jatuh dan akhirnya rusak. Ini bukan pertama kali kacamatanya rusak akibat merayakan gol.
"Salah satunya kini ada di museum Borussia Dortmund ketika kami pertama kali menang atas Bayern Munich dan Nuri Sahin mematahkannya. Hari ini, giliran Adam yang mematahkannya," ujar Klopp seperti dilansir BBC.
"Saya selalu membawa kacamata cadangan, tapi saya tidak bisa menemukannya. Sulit mencari kacamata tanpa kacamata."
Lalu, jika kacamata yang patah dulu ditempatkan di museum Dortmund, apakah yang kali ini akan ditempatkan di museum Liverpool?
"Saya tidak tahu apakah mereka (yang bekerja di museum Anfield) akan memintanya. Tapi, saya akan meyimpannya, jadi kita lihat saja nanti," kata Klopp.
(roz/mfi)