Laga kandang terakhir Leicester musim ini akan digelar pada 7 Mei mendatang menghadapi Everton. Tiket laga tersebut sudah dijual pada Senin (11/4/2016) kemarin dan habis terjual hanya dalam waktu 90 menit.
Karena besarnya permintaan, kemudian banyak yang menjual ulang tiket tersebut dengan harga gila-gilaan. Beberapa situs reseller tiket ada yang mematok harga 3.000 poundsterling hingga yang paling mahal 15.000 poundsterling untuk sepasang tiket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca juga: Banyak Diburu, Tiket Laga Kandang Terakhir Leicester Naik Gila-gilaan]
"Klub ini melakukan hal yang brilian terhadap fansnya dalam beberapa musim terakhir. Tapi saya pikir akan ada beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab mengapa ini bisa terjadi. Saya tidak tahu bagaimana seorang suporter biasa akan mampu membayar 15.000 poundsterling untuk dua tiket, itu tiket dari tangan kedua," ungkap seorang fans yang tidak mau disebut namanya.
Kekecewaan serupa datang dari fans yang lain. Mereka menuntut penjelasan dari manajemen klub karena tidak kebagian tiket meski memiliki keanggotaan resmi.
"Sangat buruk saat ada situs yang menjual tiket mulai dari 495 sampai 5.000 poundsterling. Siapa yang menjual ulang tiket-tiket ini? Apa artinya memiliki keanggotaan gold/silver (jika tak dapat tiket)? Saya ingin tahu penjelasan klub atas hal ini," ucap seorang fans bernama David Lea.
![]() |
Suporter lain yang sudah mendukung Leicester sejak 1968 juga merasa sangat kecewa dengan kegagalan mendapat tiket untuk laga tersebut. Padahal dia adalah pemilik keanggotaan suporter Leicester.
"Sangat kecewa. Terus berada di sana sepanjang musim, 1968 adalah pertandingan pertama saya dan tidak pernah melewatkan satu musim pun. Keanggotaan silver tidak membuat saya bisa mendapat tiket untuk pertandingan paling penting - memenangi liga," ketus suporter lain bernama Adie Wheat.
"Keanggotaan 'Gold'! Mencoba mendapatkan tiket sejak jam 9 pagi hanya untuk mendapat kabar tiketnya sudah habis! Tak pernah dapat masalah membeli tiket sebelumnya. Orang-orang yang menjual lagi tiketnya untuk dapat keuntungan besar harusnya dilarang membeli tiket lagi," sahut suporter lain bernama Gemma Kott.
"Fakta memalukannya adalah separuh dari pemilik tiket ini akan menjual tiket itu lagi untuk harga ribuan poundsterling, sementara fans YANG SESUNGGUHNYA (yang sudah kesulitan untuk membeli tiket seharga 50 poundsterling, apalagi ribuan poundsterling) tidak kebagian. Jika klub sungguh memperhatikan fansnya, mereka harus melarang penjualan ulang tiket dan mengembalikannya pada fans yang tidak mencoba mencari uang dari kesuksesan Leicester dan benar-benar ingin datang ke pertandingan kandang terakhirnya musim ini," tulis fans Leicester lainnya bernama Emilia Woch pada akun Facebook-nya. (din/fem)












































