Kartu merah Jamie Vardy di laga lawan West Ham United tak lepas dari aksi diving striker Leicester City tersebut. Meski demikian, hal itu dibantah keras oleh manajer Claudio Ranieri.
Pada laga kontra West Ham di King Power Stadium, Minggu (17/4/2016) malam WIB tadi, Vardy mampu membawa Leicester unggul 1-0 di menit ke-18. Itu adalah gol ke-22 Vardy di Premier League musim ini.
Gol yang mana membangkitkan rasa percaya diri Leicester yang di awal pertandingan bermain di bawah tekanan West Ham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartu kuning tersebut lantas jadi bencana untuk Leicester sekitar 30 menit setelahnya. Vardy terjatuh dalam sebuah duel dengan Angelo Ogbonna di kotak penalti usai menerima umpan dari rekannya.
Bukannya mendapat penalti, Vardy malah mendapat kartu kuning kedua dari wasit Jon Moss dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Hanya bermain dengan 10 orang, Leicester berada di bawah tekanan West Ham.
Leicester malah tertinggal 1-2 sebelum akhirnya menyamakan skor jadi 2-2 di menit akhir lewat penalti Leonardo Ulloa.
"Apa yang berubah? Skornya 2-2. Tidak ada yang berubah. Saya tidak akan pernah bicara soal wasit," ujar Ranieri seperti dikutip ESPN.
"Dia (Vardy) tidak pernah diving. Dia selalu bersikap baik. Dia sangat cepat, dan melihat kecepatannya, dia akan terjatuh jika sedikit saja menyentuhnya. Tapi okelah. Saya selalu bicara kepada pemain soal performa kami dan penampilan kami tadi itu bagus," sambungnya.
"Selain itu, kami lebih baik saat 10 lawan 11, sangat ketat, ketika kami kebobolan gol kedua, para pemain ingin hasil imbang dan tentu saja tidak dapat dipercaya, luar biasa, fantastis, kami bisa menyamakan skor."
(mrp/rin)











































