Frustrasi Giroud, Frustrasi Arsenal

Frustrasi Giroud, Frustrasi Arsenal

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 25 Apr 2016 11:48 WIB
Frustrasi Giroud, Frustrasi Arsenal
Foto: Ian MacNicol / Getty Images
London - Arsenal kembali gagal meraih angka penuh setelah ditahan Sunderland. Hasil imbang itu turut menandai puasa gol Olivier Giroud yang kian mengkhawatirkan.

Bertandang ke Stadium of Light, Minggu (24/4/2016) malam WIB, Arsenal bermain imbang 0-0 dengan Sunderland. The Gunners tidak mampu menciptakan gol meskipun tampil begitu dominan di sepanjang pertandingan.

Statistik ESPNFC mencatat, Arsenal memiliki 70 persen ball possession dengan menciptakan 20 percobaan [7 on target]. Sementara Sunderland hanya memiliki tiga percobaan mengarah ke gawang dari total 12 percobaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Giroud untuk kedua kalinya berturut-turut setelah lima pertandingan sebelumnya dicadangkan. Namun demikian, striker Prancis itu tampil mengecewakan. Selama sekitar 70 menit tampil di atas lapangan, Giroud cuma dua kali melepaskan tembakan yang tidak mengarah ke gawang sebelum ditarik keluar untuk digantikan Danny Welbeck.

Dicatat Opta, Giroud kini sudah mengalami puasa gol di 14 pertandingan Premier League, ketiga terburuk setelah penyerang Newcastle United Siem De Jong [17] dan striker Swansea City Bafetimbi Gomis [15].Β  Terakhir kali, Giroud mencatatkan namanya di papan skor ketika mengemas dua gol ke gawang Liverpool dalam laga yang berakhir sama kuat 3-3, Januari lalu.

"Memang benar [Giroud sedang kesulitan]. Tapi saat ini kami harus mendukung dia," kata Wenger kepada Sky Sports. "Striker, mereka hidup dari rasa percaya diri dan dari rasa percaya diri itu kami juga memperlihatkan mereka, dan saat ini kami harus mendukung dia."

Setali tiga uang dengan situasi Giroud, hasil imbang ini cukup memukul Arsenal. Dengan sisa tiga pertandingan, Arsenal masih terpaku di peringkat keempat dengan perolehan 64 poin dan berpotensi besar finis di bawah rival sekotanya Tottenham Hotspur untuk pertama kali sejak 1992/93.

Di musim ini, untuk kesekian kalinya Arsenal tidak benar-benar mampu bersaing dalam perebutan gelar juara liga. Sejak 2004/05, Arsenal tidak pernah lagi finis di dua besar.

"Ini mengecewakan karena kami bermain untuk memenangi liga dan fakta bahwa kami tidak menang tentu saja membuat frustrasi sama seperti banyak tim lainnya," imbuh Wenger. (rin/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads