Spurs --menempati posisi dua sementara-- cuma butuh satu poin tambahan di satu laga tersisa untuk memastikan finis sebagai runner-up musim ini. Meski jarak dengan Arsenal cuma dua poin, namun keunggulan superior dalam selisih gol antara keduanya membuat Spurs dalam posisi diuntungkan.
Namun demikian kekalahan bisa berarti akhir memalukan untuk The Lilywhites. Sebab mereka bisa dilewati sang rival bebuyutan di laga terakhir, sekaligus gagal mengakhiri dominasi Arsenal. Sejak 1995 silam, Spurs memang belum pernah lagi finis lebih baik daripada The Gunners.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Finis ketiga bakal jadi sebuah pukulan telak. Finis kedua akan bagus untuk para penggemar, untuk bisa memiliki hak membanggakan diri untuk kali pertama setelah sekian lama," tambahnya.
Di laga terakhir, Spurs akan berhadapan dengan Newcastle United yang masih punya kans lolos dari jeratan degradasi. Sementara Arsenal di sisi lain malah menjalani partai yang relatif lebih mudah, karena cuma melawan Aston Villa yang sudah dipastikan turun kasta.
Kemenangan dijadikan target oleh Kane meski hasil imbang akan cukup. Apalagi di laga terakhir mereka sudah kalah 1-2 dari Southampton.
"Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang kami fokuskan di awal musim, tapi sekarang kami ada di situasi ini maka itu (finis di atas Arsenal) akan bagus. Kami tahu bagaimana artinya hal ini untuk para penggemar," ujarnya.
"Kami tidak memenangi titel, tapi masih ada banyak hal untuk dikejar. Kami pergi ke Newcastle dan kami masih mendorong diri kami untuk memenanginya. Tidak menuntaskan ini di kandang itu menyakitkan, tapi kami masih punya satu partai lagi," demikian penyerang 22 tahun ini. (raw/krs)











































