Akhir pekan kemarin Financial Times melaporkan bahwa sebuah konsorsium mulai menjajaki potensi membeli Liverpool. Konsorsium itu merupakan kerja sama antara perusahaan keuangan milik pemerintah China, Everbright, dengan PCP Capital Partners yang bermarkas di London, Inggris.
Walaupun hingga kini pihak Liverpool membantah rumor tersebut, namun dikabarkan mereka langsung menyewa sebuah konsultan untuk mengantisipasi perkembangan isu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China memang sedang membesarkan sepakbola di negaranya, atas keinginan Presiden Xi Jinping, terutama dalam satu dekade terakhir. Banyak pemain top dunia diboyong ke liga mereka, yang sejak 2004 berubah format menjadi Chinese Super League (CSL).
Mereka juga mulai melakukan penetrasi investasi kepada klub-klub sepakbola Eropa. Saat ini ada tiga kesebelasan yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha China, yakni Inter Milan (Italia), West Bromwich Albion (Inggris), dan Auxerre (Prancis).
Klub-klub lain yang sebagian sahamnya juga dimiliki konglomerat Tiongkok di antaranya Aston Villa (Inggris), Wolverhampton Wanderers (Inggris), AC Milan (Italia), serta Manchester City (Inggris), dan Atletico Madrid (Spanyol).
(a2s/fem)










































