Aksi Provokator Matteo Guendouzi Berujung Larangan Main di UCL

Aksi Provokator Matteo Guendouzi Berujung Larangan Main di UCL

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 05 Sep 2026 19:20 WIB
LYON, FRANCE - AUGUST 26: Matteo Guendouzi #6 of Fenerbahce celebrates the victory and provokes the supporters of Lyon with gestures following the UEFA Champions League 2026/27 Play-Offs Second Leg football match between Olympique Lyonnais (OL) and F
Foto: Getty Images/Jean Catuffe
Jakarta -

Matteo Guendouzi lakukan aksi provokator saat Fenerbahce hadapi Lyon berujung sanksi dari UEFA. Guendouzi dilarang main empat laga di Liga Champions!

Kualifikasi Liga Champions pertemukan Lyon vs Fenerbahce pada leg kedua, Kamis (27/8). Fenerbahce menang 2-1 dengan agregat 3-2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laga itu berlangsung panas buat gelandang Fenerbahce, Matteo Guendouzi. Dirinya merupakan eks pemain Marseille yang merupakan rival panas Lyon.

Guendouzi kena cemooh. Sang pemain membalas, acungkan jari tengah ke para suporter, cekcok dengan pemain-pemain Lyon, sampai sempat adu jotos dengan seorang suporter setelah diserang duluan.

ADVERTISEMENT

Badan Pengawas, Etika, dan Disiplin (CEDB) UEFA berikan keputusan. Dilansir dari Mirror, Matteo Guendouzi dihukum larangan bermain empat laga di Liga Champions musim ini!

Guendouzi terbukti bersalah menghina orang-orang di stadion, memprovokasi penonton, dan melanggar aturan dasar perilaku. Guendouzi turut kena denda sebesar 50 ribu Euro atau setara Rp 1 miliar.

Pemain Fenerbahce lainnya, Mason Greenwood juga dijatuhi sanksi berupa denda 30 ribu Euro dan larangan bermain satu pertandingan di Liga Champions.

Fenerbahce juga dikenai denda tambahan sebesar 95 ribu Euro akibat penggunaan kembang api (piroteknik), gangguan ketertiban penonton, dan perilaku tim.

Lyon menerima denda sebesar 108 ribu Euro atas pelemparan benda, penggunaan kembang api, gangguan ketertiban penonton, dan pelanggaran perilaku tim.

Pelatih kiper mereka, Antonio Ferreira, dijatuhi larangan mendampingi tim dalam lima pertandingan UEFA akibat tindakan penyerangan serius.

(aff/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads