Guardiola bersikeras memboyong Bravo dari Barcelona ke Manchester City untuk mendukung sistem permainannya. Kedatangan pesepakbola Chile tersebut mendepak kiper nomor satu klub dan timnas Inggris, Joe Hart, yang kemudian dipinjamkan ke Torino.
Namun, performa Bravo di bawah mistar gawang City belum meyakinkan sepanjang musim ini. Alhasil, kritik demi kritik di alamatkan kepada kiper berusia 33 tahun itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut rangkuman Sky Sports, Bravo unggul soal operan akurat di antara para kiper di Premier League. Dia berhasil membukukan 71,5% hanya kalah dari kiper Tottenham Hotspur Hugo Lloris yang membuat 72,9%.
Foto: Sky Sports |
Namun demikian, Bravo sangat buruk saat menghadapi tembakan-tembakan lawan. Bravo tercatat sudah kebobolan 42,6% dari tembakan yang mengarah ke gawangnya. Ini yang terburuk ketiga di liga setelah Lukasz Fabianski (Swansea City) dan Fraser Forster (Southampton).
Foto: Sky Sports |
Sementara itu, di musim ini City mencetak satu gol di setiap 2,8 tembakan yang mengarah ke gawang lawan. Akan tetapi, mereka juga kebobolan satu gol di setiap 2,5 tembakan ke arah gawang yang dihadapi. (rin/mrp)












































Foto: Sky Sports
Foto: Sky Sports