DetikSepakbola
Minggu 13 Agustus 2017, 11:56 WIB

Liverpool: Lini Depan bak Ferrari, Eh Lini Belakangnya...

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Liverpool: Lini Depan bak Ferrari, Eh Lini Belakangnya... Watford vs Liverpool yang berakhir 3-3 (Foto: REUTERS/Darren Staples)
Watford - Kalaupun Philippe Coutinho akhirnya pergi, lini serang Liverpool sepertinya takkan kesulitan. Justru The Reds punya problem akut dilini belakang yang belum tuntas juga.

Tengok saja di laga perdana Premier League 2017/2018 menghadapi Watford di Vicarage Road, Sabtu (12/8/2017) malam WIB kemarin. Liverpool harus puas bermain imbang 3-3 setelah kebobolan di menit-menit akhir.

Pada pertandingan itu, Liverpool dua kali tertinggal setelah Stefano Okaka dan Abdoulaye Doucoure menjebol jala Simon Mignolet. Namun, dua kali pula Liverpool mampu menyamakan skor lewat Sadio Mane serta Roberto Firmino.

Bahkan Liverpool bisa berbalik unggul 3-2 lewat gol Mohamed Salah sebelum keteledoran di menit-menit akhir membuat Miguel Britos mampu menjebol jala mereka untuk membuat skor akhir 3-3.


Dua dari tiga gol Watford semua diawali eksekusi bola mati, di mana Okaka serta Britos mendapat bola dari sepak pojok. Ini makin membuktikan lemahnya barisan belakang Si Merah menghadapi bola mati.

Seperti dikutip Sky Sports, Liverpool adalah tim paling banyak kebobolan dari bola mati sejak ditangani Juergen Klopp Oktober 2015 silam. Ada 27 gol dari free kick atau sepak pojok, dari total 82 gol yang bersarang di gawang Liverpool.




Dibanding tim-tim enam besar lainnya, Liverpool punya lini belakang paling bobrok. Wajar saja anda lelucon yang mengandaikan lini depan Liverpool bak Ferrari sementara lini belakang bak mobil rongsokan.

Liverpool: Lini Depan bak Ferrari, Eh Lini Belakangnya...Foto: Istimewa

Kondisi ini diperparah dengan sulitnya Liverpool mendapat bek mumpuni. Pengejaran Virgil van Dijk sampai saat ini masih belum menemui titik terang sementara bursa transfer tinggal tersisa 18 hari lagi.




"Saya lihat empat bek Liverpool dan alasan mengapa mereka kebobolan begitu banyak karena mereka tidak terorganisir serta tidak punya pemimpin di lini belakang. Siapa coba yang ingin menyambut bola di sana? Hanya pemain Watford," kritik eks pemain Liverpool yang kini jadi pandit di Sky Sports Jamie Redknapp.

Pernyataan Redknapp itu langsung dibantah Jamie Carragher yang juga mantan bek Liverpool. Menurut Carragher, persoalan lini belakang Liverpool lebih pada taktik bertahan Klopp bukan individu.

"Bukan cuma soal bek kalau bertahan saat eksekusi bola mati. Cara Liverpool bertahan - saat bola mati - mereka selalu saja kebobolan gol. Tidak peduli siapapun bek yang mereka beli dan juga harganya - tidak akan membuat perbedaan juga toh," timpal Carragher.

Jadi, bagaimana, Klopp?



(mrp/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed